Kisah Tragis Siswi SDN Gresik Divonis Buta Permanen, Tolak Beri Uang ketika Dipalak Orang Tak Dikenal

Di sana, pelaku memaksa siswi SDN Gresik itu memberikan uang, tetapi saat putrinya menolak, pelaku marah dan melakukan serangan yang mengakibatkan mata sebelah kanan putrinya terluka akibat tusukan sunduk cilok.

15 Sep 2023 - 20:18
Kisah Tragis Siswi SDN Gresik Divonis Buta Permanen, Tolak Beri Uang ketika Dipalak Orang Tak Dikenal
Korban ketika dirawat disebuah rumah sakit. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Seorang siswi dari SDN Gresik telah divonis buta permanen setelah mata sebelah kanannya ditusuk dengan sunduk cilok. Kejadian tragis ini menimpa putri pertama dari perangkat Desa Randu Padangan Menganti, Gresik, Syamsul Arif.

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 7 Agustus 2023 saat putrinya sedang mengikuti lomba 17 Agustus yang diadakan oleh guru di halaman sekolah. Tiba-tiba, seorang anak yang tidak dikenal mendekati putrinya, menarik tangannya, dan membawanya ke lorong di sekitar sekolah. Di sana, pelaku memaksa siswi SDN Gresik itu memberikan uang, tetapi saat putrinya menolak, pelaku marah dan melakukan serangan yang mengakibatkan mata sebelah kanan putrinya terluka akibat tusukan sunduk cilok.

Setelah mendengar pengakuan putrinya, Arif segera membawanya ke Rumah Sakit Cahaya Giri Bringkang. Di sana, mereka disarankan untuk merujuk putrinya ke RS Dr. Soetomo Surabaya. Sampai sekarang, proses pengobatan masih berlanjut, dan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa ada syaraf mata yang tidak berfungsi di mata sebelah kanan siswi SDN Gresik.

"Sudah sebulan anak saya tidak sekolah, mata kanannya kelihatannya normal, tetapi dia sebenarnya tidak bisa melihat karena ditusuk dengan sunduk cilok. Anak saya masih trauma dan ketakutan, sehingga tidak mau banyak bicara," kata Arif, ayah korban saat ditemui pada Jumat pagi (15/09/23) di rumahnya.

Setelah peristiwa itu, Arif dan istrinya meminta sekolah untuk menunjukkan rekaman CCTV yang terpasang di sekolah agar mereka bisa mengidentifikasi pelaku. Namun, pihak sekolah terkesan menutup-nutupi kasus ini.

"Saya sudah meminta bantuan pihak SDN 236 Randupadangan menunjukkan rekaman CCTV, tetapi mereka menolak, padahal saya ingin tahu siapa pelakunya," ungkap Arif.

Arif mengatakan bahwa mereka sudah melakukan mediasi bersama pihak sekolah dan Babinsa Polsek Menganti. Pihak sekolah berjanji akan membuka rekaman CCTV di hadapan guru dan petugas kepolisian, tetapi tiba-tiba pembukaan tersebut dibatalkan.

Setelah tekanan lebih lanjut, akhirnya Arif diperlihatkan rekaman CCTV, tetapi bukan rekaman saat serangan terjadi. Rekaman yang ditunjukkan adalah rekaman pada tanggal yang berbeda.

"Dalam permintaan kedua, mereka memang menunjukkan rekaman CCTV, tetapi bukan rekaman saat serangan terjadi. Mereka mengatakan bahwa rekaman kejadian tersebut tidak ada," tegas Arif.

Setelah insiden ini, Arif melaporkannya ke Polres Gresik pada tanggal 28 Agustus 2023. Dia datang ke SPKT untuk melaporkan kejadian yang menimpa putrinya, dan setelah memberikan keterangan selama 30 menit, Arif diminta untuk menjalani visum guna proses lebih lanjut kasus yang menimpa siswi SDN Gresik.

Bapak dari tiga anak ini mengatakan bahwa laporannya telah diterima dengan baik oleh petugas, dan mereka akan segera menindaklanjuti kasus ini. (frd) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow