Kemenag Jombang Tanam 20 Pohon Alpukat di Lahan Wakaf Ponpes Jannaturroihan
Jombang, (afederasi.com) – Dalam rangka memperingati Bulan Wakaf Nasional, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang terus menggencarkan program pengembangan aset wakaf produktif. Langkah nyata diwujudkan melalui penanaman 20 bibit pohon alpukat di lahan wakaf Pondok Pesantren Jannaturroihan yang terletak di Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan, pada Selasa (7/7/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB ini menjadi titik awal gerakan serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Jombang. Program ini bertujuan untuk mentransformasi fungsi lahan wakaf, yang selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk sarana ibadah, menjadi aset ekonomi berkelanjutan yang mampu menyejahterakan umat.
Acara penanaman tersebut dihadiri oleh jajaran penting Kemenag Jombang, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Muhajir; Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sekaligus Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Jombang, Agus Salim; serta Pelaksana Zakat dan Wakaf, Fitriyah Susanti.
Turut hadir pula Kepala KUA Peterongan, Alif Chandra Kurniawan; Pengasuh Pondok Pesantren Jannaturroihan sekaligus nadzir, Agus H. Azmy Malhansyah (Gus Azam); serta sejumlah penyuluh agama, penghulu, perangkat desa, dan tokoh masyarakat Dusun Gempoldampet.
Kepala Kantor Kemenag Jombang, Muhajir, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari upaya optimalisasi aset umat. Menurutnya, pengelolaan wakaf tidak boleh berhenti pada aspek spiritual semata, tetapi harus dikembangkan agar memiliki dampak ekonomi yang nyata.
"Minimal ada 1 titik lokasi di lahan wakaf di tiap kecamatan yang kita tanami 20 pohon buah alpukat. Harapannya, khususnya di lahan wakaf Ponpes Jannaturroihan ini, lahan wakaf bisa produktif dan menghasilkan nilai ekonomi," ujar Muhajir.
Ia menambahkan, hasil panen dari pohon alpukat nantinya diharapkan dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional pondok pesantren dan kesejahteraan para santri di masa mendatang.
"Kami ingin wakaf tidak hanya menjadi amal jariyah, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan," tegasnya.
Pengasuh Ponpes Apresiasi Langkah Kemenag
Dukungan penuh terhadap program ini disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Jannaturroihan, Gus Azam. Ia mengapresiasi langkah Kemenag Jombang yang dinilainya sangat strategis dalam membangun kemandirian ekonomi lembaga keagamaan.
"Saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemenag Jombang yang sudah peduli dan menginisiasi pemanfaatan lahan wakaf di Ponpes Jannaturroihan ini agar menjadi lahan produktif yang bermanfaat, khususnya di sisi ekonomi," ungkap Gus Azam.
Ia berharap gerakan serupa dapat terus digalakkan di berbagai wilayah. "Semakin produktif aset-aset wakaf yang ada, maka akan semakin besar manfaatnya untuk mensejahterakan umat di lingkungannya," pungkasnya.
Melalui gerakan ini, Kemenag Jombang berkomitmen untuk mendorong pengelolaan aset wakaf yang lebih inovatif di seluruh wilayah Kabupaten Jombang. Dampak yang diharapkan tidak hanya terbatas pada peningkatan pendapatan lembaga pendidikan, tetapi juga terciptanya ekosistem ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pemberdayaan lahan wakaf.
Dengan pendekatan produktif ini, wakaf diharapkan mampu menjadi solusi bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat, tanpa mengurangi nilai ibadah yang melekat padanya. (san)
What's Your Reaction?

