Karakter Psikologis Jessica Wongso: Pendendam dalam Kasus Kopi Sianida

Kasus kopi sianida yang selalu mengundang perbincangan kembali menjadi sorotan setelah film dokumenter Netflix Ice Cold mulai tayang.

11 Oct 2023 - 08:49
Karakter Psikologis Jessica Wongso: Pendendam dalam Kasus Kopi Sianida
Cuplikan trailer film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso (youtube.com/Netflix Indonesia)

Jakarta, (afederasi.com) - Kasus kopi sianida yang selalu mengundang perbincangan kembali menjadi sorotan setelah film dokumenter Netflix Ice Cold mulai tayang. Salah satu aspek yang diperbincangkan dalam film ini adalah peran Jessica Wongso dalam pembunuhan sahabatnya, Wayan Mirna Salihin. Jessica Wongso, seorang terpidana pembunuhan berencana, digambarkan dalam film ini memiliki karakter psikologis eksplosif kompulsif yang menimbulkan pertanyaan banyak orang.

Fakta ini diungkapkan oleh Ketua Tim Jaksa, Ardito Muwardi, dalam wawancara dengan tim produksi film dokumenter. Informasi ini didasarkan pada keterangan dari psikolog dan psikiater yang telah memeriksa kesehatan mental Jessica Wongso, yang merupakan terpidana dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Ardito menjelaskan, "Kemudian, didukung juga keterangan dari ahli psikologi dan ahli psikiatri bahwa Jessica-lah yang memiliki karakter psikologis eksplosif kompulsif."seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Di lain waktu, Dr. Ronny Nitibaskara, seorang Kriminolog dari Universitas Indonesia, mengungkapkan pandangannya tentang karakter Jessica Wongso. Dr. Ronny berpendapat bahwa berdasarkan pembacaan ekspresi wajah Jessica, terlihat bahwa ia memiliki sifat pendendam saat merasa sakit hati. "Sakit hati ya, dendam, membuat sunyi, ingin diperhatikan narsisnya keluar, kayak anak kecil, cukup dengan melihat fisiognomi raut muka dan sebagainya itu, ini orang tipe pendendam," kata Dr. Ronny dalam persidangan tahun 2016.

Sementara itu, menurut laporan dari Healthline, karakter psikologis eksplosif kompulsif termasuk dalam kategori gangguan eksplosif intermiten (IED). Gangguan ini melibatkan ledakan kemarahan, agresi, atau kekerasan yang muncul secara tiba-tiba dan seringkali tidak rasional atau proporsional. Pemilik kepribadian dengan IED sering kehilangan kesabaran dan sering kali meledak emosinya berulang kali. Mereka dapat mengamuk, merusak properti, atau bahkan menyerang orang lain secara verbal maupun fisik.

Selain karakteristik IED, perilaku kompulsif juga memainkan peran penting dalam kasus ini. Perilaku kompulsif adalah suatu gangguan kecemasan di mana pikiran dipenuhi dengan pikiran yang tidak bisa dikendalikan oleh individu. Individu tersebut merasa terpaksa untuk melakukan tindakan tertentu secara berulang, yang menyebabkan distres yang signifikan dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh perilaku kompulsif yang dikenal secara umum adalah Obsessive-Compulsive Disorder (OCD), di mana individu cenderung melakukan tindakan seperti mencuci tangan berulang kali atau memeriksa pintu yang sudah dikunci berulang kali. Jessica Wongso adalah contoh yang kompleks dalam pemahaman karakter psikologis eksplosif kompulsif dalam masyarakat.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow