Prestasi Memukau: Penyandang Disabilitas Beraksi di AHLF 2023 Makassar

Atraksi seni yang melibatkan sekitar 100 penari dan musisi penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia berhasil memukau delegasi dari 13 negara yang menghadiri The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 di Makassar.

11 Oct 2023 - 08:50
Prestasi Memukau: Penyandang Disabilitas Beraksi di AHLF 2023 Makassar
Penari Disabilitas memukau delegasi dari 13 negara yang menghadiri The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 di Makassar, Selasa (10/10/2023). (Dok: Kemensos)

Makassar, (afederasi.com) - Atraksi seni yang melibatkan sekitar 100 penari dan musisi penyandang disabilitas dari seluruh Indonesia berhasil memukau delegasi dari 13 negara yang menghadiri The ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025 di Makassar.

Atraksi tersebut melibatkan berbagai jenis seni, seperti tarian, musik, wayang, dan medley tradisional, yang disajikan dalam acara Gala Dinner di Benteng Fort Rotterdam, Makassar. Benteng ini yang sudah berusia lebih dari 500 tahun, tetap memukau dengan keindahan arsitekturnya. Meskipun bersejarah, benteng ini dilengkapi dengan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Gala Dinner tersebut menjadi bagian dari AHLF 2023, yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari 13 negara peserta, termasuk para menteri dan pejabat senior ASEAN yang bertanggung jawab atas kesejahteraan sosial. Selain delegasi dari negara-negara anggota ASEAN, Timor Leste, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia juga turut hadir.

Atraksi seni ini menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas mampu berprestasi dalam berbagai bidang asalkan diberi ruang dan kesempatan. Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya kesetaraan, kesempatan, dan inklusifitas bagi penyandang disabilitas dalam pidatonya.

Atraksi seni ini melibatkan 116 orang, dengan lebih dari 100 di antaranya adalah penyandang disabilitas, termasuk penari, pemain gamelan, dan dalang. Mereka menampilkan beragam seni tradisional dari seluruh Nusantara, termasuk Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan, Tari Tanggai dari Sumatera Selatan, Tari Barong dari Bali, Tari Bambangan Cakil dari Jawa Tengah, dan banyak lainnya. Pada kesempatan ini, para penyandang disabilitas juga membuktikan bahwa mereka mampu berani tampil di depan banyak orang, seperti yang ditunjukkan oleh Yusuf, seorang penyandang disabilitas intelektual yang membawakan tari Angngaru dari Makassar.

Atraksi seni ini tidak hanya memukau, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah dalam mendorong inklusi dan kesempatan bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. (mg-1/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow