Insiden Penumpang Jatuh Ke laut KM Dharma Ferry VII, Muslich Asal Nganjuk Ditemukan Meninggal

"Jenazah ditemukan mengambang di depan Pelabuhan Maspion. Berdasarkan koordinasi dan identifikasi awal terkait pakaian yang dikenakan, diduga kuat ini adalah korban yang jatuh dari kapal pada 2 Maret lalu,” ujar Kasat Polairud Polres Gresik.

04 Mar 2026 - 21:14
Insiden Penumpang Jatuh Ke laut KM Dharma Ferry VII, Muslich Asal Nganjuk Ditemukan Meninggal
Tim SAR gabungan saat mengevakuasi Muslich penumpang KM Dharma Ferry VII yang jatuh ke laut di perairan Pelabuhan Maspion Manyar Gresik.(Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Upaya pencarian penumpang KM Dharma Ferry VII yang dilaporkan jatuh ke laut akhirnya membuahkan hasil. Pada hari ketiga operasi, Rabu (04/03/2026), tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di perairan depan Pelabuhan Maspion, Kabupaten Gresik.

Korban diketahui bernama Muslich (37), wiraswasta asal Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Ia sebelumnya dilaporkan mengalami insiden Man Over Board (MOB) atau jatuh ke laut pada Senin (02/03/2026) sore saat kapal melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Operasi pencarian melibatkan kekuatan penuh dari Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

Untuk mempercepat proses pencarian, area penyisiran dibagi menjadi tiga sektor utama. Sisi Selat Madura disisir oleh Basarnas, jalur tengah dipantau armada KPLP, sementara sisi utara meliputi kawasan Pelabuhan Petrokimia, Maspion, Jasatama hingga Semen Gresik menjadi fokus Satpolairud Polres Gresik bersama Ditpolairud Polda Jatim.

Sekitar pukul 10.12 WIB, setelah hampir dua jam penyisiran, petugas melihat sesosok jenazah mengambang di perairan depan Pelabuhan Maspion. Tim segera mendekat dan memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang selama ini dicari.

Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardhita, membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, ciri-ciri fisik serta pakaian yang dikenakan jenazah identik dengan laporan korban yang jatuh dari kapal.

“Jenazah ditemukan mengambang di depan Pelabuhan Maspion. Berdasarkan koordinasi dan identifikasi awal terkait pakaian yang dikenakan, diduga kuat ini adalah korban yang jatuh dari kapal pada 2 Maret lalu,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengamanan di lokasi, tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah ke darat. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses Visum et Repertum (VER).

Proses identifikasi lanjutan dilakukan Tim Inafis Polres Gresik guna memastikan identitas secara resmi. Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan agen kapal untuk menghubungi keluarga korban di Nganjuk.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dinyatakan selesai.

Polres Gresik mengimbau seluruh operator kapal dan penumpang agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi standar keselamatan pelayaran guna mencegah insiden serupa terulang kembali.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow