Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Tulungagung, Pohon Tumbang dan Banjir Rendam Permukiman

10 Jan 2025 - 18:56
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Tulungagung, Pohon Tumbang dan Banjir Rendam Permukiman
Proses Evakuasi pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang menimpa sebuah mobil hingga ringsek, (ist)

Tulungagung, (afederasi.com) – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung pada Kamis (9/1/2025) malam, menyebabkan pohon tumbang, kerusakan kendaraan, dan banjir yang merendam permukiman. Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim hujan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung, Gilang Zelakusuma, mengungkapkan bahwa angin kencang melanda Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo, sekitar pukul 22.00 WIB. Angin tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang, salah satunya menimpa mobil sedan milik warga yang terparkir dan melintang di jalan penghubung antara Kecamatan Karangrejo dan Kecamatan Kauman.

"Semalam kami menerima laporan pohon tumbang di Desa Sukowiyono. Selain merusak mobil warga, pohon tersebut juga menghalangi akses jalan utama," ujar Gilang pada Jumat (10/1/2025).

BPBD Tulungagung bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk melakukan evakuasi. Proses ini memakan waktu hingga dua setengah jam dan baru selesai sekitar pukul 00.30 WIB. Meski situasi di Karangrejo menjadi yang paling parah, laporan angin kencang juga datang dari Kecamatan Ngantru. Beruntung, angin di wilayah utara Tulungagung tersebut tidak menyebabkan kerusakan berarti.

"Di wilayah utara, hanya terjadi angin kencang tanpa kerusakan. Situasi terparah ada di Kecamatan Karangrejo, dengan pohon tumbang yang menimpa mobil dan menutup akses jalan," jelas Gilang.

Tidak hanya angin kencang, hujan deras juga memicu banjir di wilayah selatan Tulungagung, tepatnya di Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat. Air bercampur lumpur dari pegunungan gundul menerjang permukiman, bahkan masuk ke Kantor Desa Ngentrong dan rumah-rumah warga.

"Banjir ini membawa material lumpur yang cukup banyak. Meski air sudah surut pagi ini, lumpur masih menutupi kantor desa dan permukiman warga," ungkap Gilang.

BPBD Tulungagung memperkirakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan angin kencang, masih berpotensi terjadi hingga awal Maret 2025. Warga diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana.

"Kami mengingatkan warga untuk tetap waspada selama musim hujan ini. Potensi bencana masih ada, termasuk banjir dan longsor," pungkas Gilang.

Musim hujan yang belum berakhir menjadi tantangan bagi Tulungagung. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak bencana dan menjaga keselamatan bersama.(riz/dn)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow