Hidupkan Ekonomi Warga, Pemdes Klangonan Ternak Kambing KomunalL
Gresik, (afederasi.com) - Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan yang kian kompleks, Desa Klangongan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, memilih jalan berbeda. Sejak awal 2025, desa ini meluncurkan program ketahanan pangan berbasis peternakan kambing komunal yang dikelola langsung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Lahan desa yang dulunya lengang, kini dipenuhi suara kambing. Bagi warga, suara itu bukan sekadar hewan ternak, melainkan harapan baru menuju kemandirian pangan.
Sekretaris Desa Klangongan, Nur Sakinah, menjelaskan program ini lahir dari semangat gotong royong.
“Kami ingin desa ini punya sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi warga. Tidak hanya sekadar beternak, tapi juga membangun sistem yang bisa dikelola bersama,” ujar Sakinah, Minggu (14/09/2025).
Pada tahap awal, empat peternak lokal bergabung. Namun kini tersisa dua peternak aktif yakni Washil dan Munif. Keduanya mengurus 28 ekor kambing di kandang komunal dengan sistem penggemukan.
Meski jumlah mitra menyusut, semangat tak pernah surut. Washil menuturkan, kendala pakan dan perawatan bukan alasan untuk menyerah.
“Kami memulai dengan penuh harapan. Kalau dikelola sungguh-sungguh, ini pasti bisa berkembang,” kata Washil sambil memberi pakan.
Manfaat program ini mulai terasa. Munif mengaku lebih ringan dari segi biaya dan lebih jelas dari sisi pemasaran.
“Kalau dulu beternak sendiri, modal terbatas. Dengan kandang komunal, lebih efisien dan hasilnya terarah,” ungkap Munif.
Skema bagi hasil pun dibuat transparan. Sebagian keuntungan diputar kembali untuk pengembangan usaha, sementara sisanya menjadi pendapatan bagi peternak dan BUMDes.
Ke depan, Pemerintah Desa Klangongan berencana menambah jumlah kambing dan membuka pelatihan teknik penggemukan modern yang ramah lingkungan.
Kepala Desa Klangongan, M. Ajir, optimistis program ini bisa jadi teladan bagi desa lain.
“Ketahanan pangan tidak harus selalu soal padi atau sayur-mayur. Ternak juga bagian dari itu. Kami ingin desa ini mandiri, bahkan bisa memberi manfaat bagi daerah sekitar,” tegas M. Ajir.
Langkah sederhana itu menjadi simbol nyata bahwa kemandirian bisa dibangun dari desa. Dari suara kambing di kandang komunal, lahirlah harapan besar: desa kuat, mandiri, dan mampu menjaga ketahanan pangan untuk generasi mendatang.(frd)
What's Your Reaction?



