Hasil Pemeriksaan MRI: Tidak Ada Bukti Dicolek Tusuk Cilok pada Mata Siswi

Mata kanan SAH dilaporkan mengalami gangguan setelah dituduh dicolok oleh seorang siswa lain menggunakan tusuk cilok di lorong sekolah pada tanggal 7 Agustus 2023.

21 Sep 2023 - 22:16
Hasil Pemeriksaan MRI: Tidak Ada Bukti Dicolek Tusuk Cilok pada Mata Siswi
dr Bambang Tuhariyanto Tunjukkan hasil pemeriksaan MRI dalam pers rilis di Mapolres Gresik. (Fahrudin/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Pemeriksaan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) telah dilakukan terhadap SAH, seorang siswi berusia 8 tahun yang berasal dari Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan apakah penurunan penglihatan pada mata kanannya disebabkan oleh tindakan dicolok tusuk cilok oleh siswa lain di sekolah.

Pemeriksaan MRI dilakukan di Rumah Sakit Primastya Husada Citra (PHC) Surabaya pada Rabu (20/9/2023). Sebelum menjalani MRI, SAH telah diperiksa oleh seorang dokter spesialis mata di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina, Gresik.

Menurut dr. Bambang Tuhariyanto, seorang spesialis mata yang ikut dalam pers rilis di aula Mapolres Gresik pada Kamis (21/9/2023), hasil pemeriksaan MRI menunjukkan bahwa memang terjadi penurunan penglihatan pada mata kanan SAH. Namun, hal ini tidak dapat disimpulkan sebagai akibat dari tindak kekerasan.

Bambang menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan MRI dari Rumah Sakit PHC Surabaya tidak menemukan adanya bekas yang dapat diidentifikasi sebagai dampak dari tindakan kekerasan yang dialami oleh siswi tersebut. Oleh karena itu, belum bisa ditarik kesimpulan bahwa penurunan penglihatan SAH disebabkan oleh kekerasan.

"Jadi tidak bisa ditarik kesimpulan apapun, karena tidak ada bukti apapun yang meninggalkan bekas," ucap Bambang.

Selain itu, Bambang menekankan bahwa terdapat banyak faktor lain yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan seseorang. Oleh karena itu, pemeriksaan MRI di Rumah Sakit PHC Surabaya telah dilakukan untuk mencari penyebab yang mungkin lainnya.

Bambang juga menjelaskan bahwa penurunan penglihatan seseorang dapat memiliki tingkatan yang berbeda, mulai dari yang ringan seperti penglihatan kabur hingga yang sangat parah seperti kebutaan total yang tidak memungkinkan seseorang untuk melihat sama sekali.

Namun, ketika ditanya mengenai apakah lamanya penanganan dapat mempengaruhi kondisi mata SAH, Bambang menolak untuk berspekulasi. Ini karena pemeriksaan di RSUD Ibnu Sina Gresik tidak menunjukkan adanya bekas luka atau tindak kekerasan pada mata siswi tersebut.

Sementara itu, pihak kepolisian Polres Gresik belum dapat menyimpulkan apakah terjadi tindakan kekerasan terhadap SAH, sesuai dengan laporan yang diterima dari keluarganya. Mata kanan SAH dilaporkan mengalami gangguan setelah dituduh dicolok oleh seorang siswa lain menggunakan tusuk cilok di lorong sekolah pada tanggal 7 Agustus 2023.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kejadian tersebut. Sementara itu, SAH yang masih di bawah umur terus mendapatkan pendampingan dari dinas dan instansi terkait. (frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow