Harga Kedelai dan Plastik Meroket, Pengusaha Tahu di Jombang Terpaksa Naikkan Harga Jual

29 Apr 2026 - 00:16
Harga Kedelai dan Plastik Meroket, Pengusaha Tahu di Jombang Terpaksa Naikkan Harga Jual
Pekerja saat melakukan pembungkusan tahu dengan plastik di sentra produksi tahu di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang Jawa Timur, Rabu (29/04/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Para pengusaha tahu di sentra produksi tahu Kabupaten Jombang saat ini sedang dilanda tekanan berat. Bukan hanya harga kedelai sebagai bahan baku utama yang terus melonjak, harga plastik kemasan juga ikut naik signifikan.

Kondisi ini memaksa para perajin tahu di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, untuk mengambil kebijakan menaikkan harga jual produk mereka.

Salah satu pengusaha tahu setempat, Nuryatin, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan baku ini terjadi sejak pertengahan bulan puasa Ramadan lalu dan masih berlangsung hingga saat ini. 

Meski harga kedelai mulai menunjukkan tanda-tanda stabil, beban kenaikan yang terjadi secara bersamaan antara kedelai dan plastik sangat terasa.

"Kalau di tempat kami, biasanya sekali masak itu Rp220.000 per masak, sekarang menjadi Rp240.000 sekali masak. Kebutuhan kedelai untuk bahan baku tahu tiap hari sekitar 2 ton lebih," terangnya kepada awak media, Rabu (29/04/2026).

Nuryatin menjelaskan, untuk menyiasati lonjakan biaya produksi tanpa mengurangi ukuran tahu, pihaknya memilih untuk menaikkan harga jual. Volume produksi hariannya masih tetap sekitar 2 ton bahan baku kedelai, meskipun ada sedikit pengurangan efisiensi karena kenaikan biaya.

"Kenaikan harga kedelai untuk bahan baku tahu ini dirasakan pertengahan bulan puasa Ramadan dan sampai sekarang. Pengaruh kenaikan itu dari plastik dan kedelai. Karena naiknya bersamaan, otomatis berpengaruh ke harga jual tahu," terangnya lebih lanjut.

Sebagai pelaku usaha kecil menengah yang menggantungkan hidup pada sektor ini, Nuryatin berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah kenaikan harga bahan pokok dan plastik. Menurutnya, harga plastik mengalami kenaikan yang sangat tinggi dan memberatkan.

"Kalau harga plastik naiknya sangat tinggi, kami berharap bisa turun harganya. Kedelai juga semoga bisa stabil lagi harganya. Jangan sampai terus naik, karena usaha kami sangat bergantung pada dua komponen ini," pungkas Nuryatin.

Dengan kondisi ini, konsumen tahu di wilayah Jombang dan sekitarnya harus bersiap merogoh kocek lebih dalam, sementara para pengusaha hanya bisa berharap ada stabilitas harga dari pemerintah untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow