Firli Bahuri Ditegur Terkait Penanganan Harun Masiku: Kritik Terhadap KPK dan Narasi Retorika
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, kembali menjadi sorotan publik terkait upaya pencarian eks Caleg PDIP, Harun Masiku.
Jakarta, (afederasi.com) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, kembali menjadi sorotan publik terkait upaya pencarian eks Caleg PDIP, Harun Masiku.
Alexander Marwata, Wakil Ketua KPK, menegaskan bahwa pencarian tersebut tidak memiliki kaitan dengan dugaan pemerasan yang menyeret nama Firli Bahuri sebagai Ketua KPK.
"Semua tindakan KPK diputuskan oleh pimpinan berlima atau mayoritas pimpinan. Keputusan pencarian Harun Masiku sudah lama dilakukan," ujar Alexander Marwata pada Selasa (21/11/2023), seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Alex menambahkan bahwa kegagalan dalam pencarian tidak berkaitan dengan masalah yang dihadapi oleh Firli Bahuri.
Firli Bahuri mendapatkan kritik tajam terkait penanganannya terhadap kasus Harun Masiku. Pada tanggal 14 November, Firli menyatakan bahwa KPK terus melakukan pencarian terhadap Harun Masiku, meskipun sebelumnya telah dilaporkan bahwa upaya penangkapan di negara tetangga tidak membuahkan hasil.
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai pernyataan Firli sebagai upaya pengalihan isu.
"Itu hanya pengalihan isu dari Pak Firli saja. Karena Harun Masiku itu sudah red notice, ngapain bikin surat penangkapan. Itu otomatis, kalau sudah tahu langsung tangkap saja. Tidak usah koar-koar begitu," kata Boyamin pada Rabu (15/11/2023), seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Menanggapi kritik yang dialamatkan kepada Firli Bahuri, Alexander Marwata menyayangkan bahwa banyak pihak yang lebih mendengarkan komentar dari mereka yang tidak memahami isu pemberantasan korupsi dan tidak mengetahui langkah-langkah yang telah diambil oleh KPK.
"Jadi para komentator yang hanya berdasarkan rumors. Sayangnya pernyataan mereka lebih banyak ditulis media," ungkap Alex.
Dia menekankan bahwa setiap keputusan KPK adalah hasil dari pertimbangan pimpinan berlima atau mayoritas pimpinan, bukan semata-mata keputusan Firli Bahuri seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.
Boyamin Saiman tidak hanya mengkritik Firli Bahuri terkait kasus Harun Masiku, namun juga menilai bahwa Firli hanya memproduksi retorika dan narasi, sementara tindakan konkrit minim.
Menurut Boyamin, keahlian Firli lebih pada menciptakan masalah dan dugaan pelanggaran etika, daripada melakukan tindakan nyata.
"Dan itu adalah keahlian Pak Firli. Kerja tidak ada tapi bikin masalah, bikin dugaan pelanggaran etik mulai dulu sejak awal jabat, (menggunakan fasilitas mewah) helikopter dan sampai sekarang. Dan hanya narasi-narasi retorika begitu. Kerja yang tidak ada sesuatu yang mempesona," tegas Boyamin seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com. (mg-1/mhd)
What's Your Reaction?



