Dongkrak Ekonomi Lokal, Program MBG di Lamongan Berdampak Positif

“Program ini membantu pemenuhan gizi anak. Selain itu juga membuat anak lebih fokus belajar karena kebutuhan makan mereka terpenuhi,” kata Ismawan menjelaskan.

23 Jun 2026 - 18:28
Dongkrak Ekonomi Lokal, Program MBG di Lamongan Berdampak Positif
Relawan SPPG saat menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan terbukti membawa dampak positif yang signifikan. Tidak hanya menjadi jaminan pemenuhan nutrisi bagi generasi muda, program strategis ini juga sukses menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat bawah.

Dampak nyata tersebut memicu gelombang dukungan masif dari berbagai elemen masyarakat. Kondisi itu terlihat saat aksi damai yang berlangsung di depan Kantor Pemkab Lamongan pada Selasa (23/6/2026). Warga menilai program ini harus terus berlanjut karena menyentuh langsung kebutuhan dasar anak sekolah, menekan angka stunting, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal.

Sejumlah warga yang terlibat langsung dalam ekosistem program ini pun blak-blakan menyampaikan pandangan positif mereka mengenai manfaat nyata MBG di lapangan.

Bagi para wali murid, Program MBG menjadi angin segar yang meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama di lingkungan sekolah.

Ajeng, salah seorang wali siswa di Lamongan, mengungkapkan bahwa sejak adanya program ini, ia merasa lebih tenang terkait asupan makanan sang anak saat menuntut ilmu.

"Anak-anak lebih terjamin gizinya dan lebih semangat sekolah," ujar Ajeng saat memberikan tanggapannya.

Senada dengan Ajeng, Ismawan yang merupakan wali murid sekaligus mitra program, menyebutkan bahwa pemenuhan gizi yang baik berbanding lurus dengan konsentrasi dan capaian akademik siswa di kelas.

“Program ini membantu pemenuhan gizi anak. Selain itu juga membuat anak lebih fokus belajar karena kebutuhan makan mereka terpenuhi,” kata Ismawan menjelaskan.

Tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan anak, Program MBG juga menjadi motor penggerak sektor riil di Kabupaten Lamongan. Sektor pertanian dan pemanfaatan produk lokal kini memiliki pasar yang pasti dan berkelanjutan.

Sulkan, seorang petani lokal, mengakui bahwa kehadiran program ini membuat hasil panen mereka lebih cepat terserap pasar dengan volume yang tinggi, yang pada akhirnya mendongkrak pendapatan petani.

“Kalau hasil panen terserap lebih baik, tentu ini berdampak positif bagi petani,” ungkap Sulkan optimistis.

Di sisi lain, keterlibatan pelaku usaha mikro dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi ini terbukti ampuh menghidupkan perekonomian akar rumput. Kebutuhan bahan pangan yang melonjak membuat omzet pelaku usaha ikut terkerek naik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Siti, salah satu pelaku UMKM di Lamongan yang terlibat dalam ekosistem Program MBG. Menurutnya, program ini menciptakan efek domino bagi perekonomian warga sekitarnya.

“Perputaran ekonomi ikut bergerak karena kebutuhan bahan pangan lokal meningkat,” tutur Siti.

Dengan banyaknya dampak positif yang dirasakan langsung oleh wali murid, petani, hingga pelaku UMKM, aksi damai di Alun-Alun Lamongan menjadi momentum penegasan dari masyarakat bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat layak untuk terus dipertahankan dan dilanjutkan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow