1.840 Rumah di Lamongan Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero

10 Jan 2026 - 16:20
1.840 Rumah di Lamongan Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero
Kondisi Rumah Warga Laladan yang Terendam Banjir Luapan Bengawan Jero (Iyan Farikh/afederasi.com

Lamongan, (afederasi.com) - Bencana banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero terus meluas di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Tercatat sebanyak 27 desa di lima kecamatan kini terendam banjir dengan dampak kerugian materiil yang cukup signifikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan, M. Naim, mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi serta meningkatnya debit air Sungai Bengawan Jero menjadi pemicu utama kondisi ini.

"Jumlah desa terdampak ada sekitar 27 desa yang tersebar di lima kecamatan. Rumah yang terendam kurang lebih mencapai 1.840 unit di seluruh wilayah Bengawan Jero," ujar M. Naim saat meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).

Adapun wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menenggelamkan ribuan hektar lahan produktif.

"Untuk lahan tambak dan sawah yang tenggelam diperkirakan mencapai 12.000 hektar. Berdasarkan penghitungan sementara, total kerugian materiil akibat bencana ini berkisar di angka Rp4 miliar," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui BPBD dan instansi terkait terus berupaya meminimalisir dampak banjir.

M. Naim menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak PU Sumber Daya Air (SDA) terus dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan pompa air.

"Seluruh pompa air di wilayah terdampak, seperti di Melik dan Kuro, sudah diaktifkan secara maksimal. Namun, tantangan utama kami adalah tingginya elevasi air di Sungai Bengawan Solo," jelas Naim.

Kondisi tersebut menyebabkan pintu air di Kuro harus ditutup karena permukaan air Bengawan Jero lebih tinggi dibandingkan air di Kali Blawi. Hal ini menghambat proses pembuangan air dari pemukiman ke sungai utama.

Sementara itu, untuk mengantisipasi munculnya penyakit selama banjir berlangsung, BPBD Lamongan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan layanan medis. Posko kesehatan gratis telah didirikan di setiap balai desa yang terdampak.

"Kami sudah instruksikan untuk mengaktifkan pos pelayanan kesehatan gratis di seluruh desa terdampak, bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Warga yang mulai merasakan keluhan kesehatan bisa langsung mendatangi balai desa untuk mendapatkan penanganan," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow