Ditinggal di Depan Kandang, Bayi Perempuan di Kendit Ditemukan Menggigil Terbungkus Tikar

Warga Kendit, Situbondo, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan di depan kandang sapi. Bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus tikar plastik merah.

13 May 2026 - 14:39
Ditinggal di Depan Kandang, Bayi Perempuan di Kendit Ditemukan Menggigil Terbungkus Tikar
Kondisi bayi saat berada di puskesmas kendit (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) - Masyarakat Dusun Krajan Selatan, Desa Balung, Kecamatan Kendit, Situbondo, mendadak gempar pada Selasa (12/5/2026) malam. Kehebohan ini dipicu oleh penemuan sesosok bayi perempuan yang tergeletak di depan kandang milik warga dalam kondisi memprihatinkan.

Bayi malang tersebut pertama kali ditemukan oleh Sajiman (74), seorang warga setempat, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, Sajiman yang hendak beristirahat dikejutkan oleh suara tangisan kencang yang berasal dari area luar rumahnya.

"Saya awalnya mau tidur, lalu mendengar suara tangisan bayi. Karena penasaran, saya cari sumber suaranya," ujar Sajiman saat memberikan keterangan kepada awak media.

Langkah kaki Sajiman membawanya ke depan sebuah kandang, di mana ia menemukan pemandangan yang menyayat hati. Seonggok benda terbungkus tikar plastik merah bergambar logo klub sepak bola ternyata berisi nyawa manusia.

"Ternyata ada bayi perempuan tanpa pakaian, hanya dibungkus tikar plastik merah," tambah Sajiman.

Kondisi bayi saat ditemukan diduga baru saja dilahirkan. Selain tali pusar yang masih menempel, tubuh mungil tersebut masih berlumuran darah segar. Warga yang menyaksikan kejadian itu segera melapor ke ketua RT setempat dan diteruskan ke Polsek Kendit.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Kendit. Penanganan medis dilakukan secara cepat mengingat suhu udara malam hari yang cukup ekstrem bagi bayi baru lahir.

Koordinator Bidan Puskesmas Kendit, Endang Sri Wahyuni, membenarkan bahwa kondisi pasien sempat menurun saat pertama kali tiba. Bayi tersebut diduga mengalami hipotermia ringan akibat terpapar udara bebas tanpa perlindungan pakaian.

"Ketika sampai di puskesmas, bibir bayi tampak kebiruan. Kemungkinan karena terlalu lama berada di luar," jelas Endang pada Rabu (13/5/2026).

Setelah mendapatkan perawatan intensif, tim medis menyatakan kondisi bayi kini telah stabil dan membaik. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi perempuan itu memiliki berat badan 3 kilogram dengan panjang tubuh mencapai 48 sentimeter.

Di sisi lain, pihak kepolisian kini tengah mendalami kasus dugaan pembuangan bayi tersebut. Kapolsek Kendit, Iptu Sugiyono, menegaskan bahwa pihaknya telah memulai langkah penyelidikan untuk melacak keberadaan orang tua biologis sang bayi.

"Penyidik akan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan," tegas Iptu Sugiyono.

Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa guna mencari data warga atau pendatang yang baru saja melahirkan dalam waktu dekat. Kasus ini kini menjadi atensi khusus jajaran Polres Situbondo untuk mengungkap motif di balik tindakan tidak manusiawi tersebut.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow