Dinas Perhubungan Tulungagung Tinjau Kawasan Rawan Kecelakaan
Tulungagung, (afederasi.com) - Dinas Perhubungan mulai mengidentifikasi beberapa ruas jalan yang menjadi titik rawan kecelakaan. Pemetaan ini merupakan langkah awal untuk menangani daerah-daerah yang telah menjadi lokasi Black Spot.
Kepala Bidang Keselamatan Jalan, Wijanarko, menjelaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, pihaknya telah melakukan inspeksi menyeluruh terhadap berbagai ruas jalan di Kabupaten Tulungagung. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah terbentuknya zona-zona rawan kecelakaan lalu lintas.
Black Spot merujuk pada daerah yang secara konsisten rentan mengalami kecelakaan. Hasil pemetaan menunjukkan beberapa faktor penyebab, mulai dari minimnya rambu lalu lintas, kurangnya penerangan, hingga padatnya arus kendaraan.
"Dalam beberapa pekan terakhir, kita telah melakukan inspeksi menyeluruh untuk memetakan daerah-daerah rawan kecelakaan di Tulungagung," ujar Wijanarko pada Senin (11/12/2023).
Fokus utama dari inspeksi ini adalah pada simpang empat yang tersebar di wilayah Tulungagung. Pihak terkait sedang mengevaluasi setiap kekurangan yang ada di simpang empat tersebut, termasuk dalam hal rambu lalu lintas, kebutuhan speed bump, maupun penerangan jalan.
"Jika hasil inspeksi menunjukkan simpang empat tersebut rawan kecelakaan, kita akan merencanakan pemasangan lampu lalu lintas. Namun, semua keputusan ini akan disesuaikan dengan anggaran yang ada," tambahnya.
Menurut Wijanarko, dari data awal yang didapat, simpang empat di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, serta simpang empat di dekat SMPN 2 Sumbergempol merupakan titik rawan kecelakaan.
Adapun daerah yang dianggap sebagai kawasan rawan Black Spot terdapat di beberapa Kecamatan seperti Ngantru, Besuki, Ngunut, Rejotangan, dan Gondang. Keenam kecamatan ini memiliki jalur yang menghubungkan Kabupaten Tulungagung dengan Trenggalek, Blitar, dan Kediri.
"Jalur penghubung antar Kabupaten juga memperlihatkan tingkat risiko yang tinggi. Pengendara seringkali tergoda untuk melaju dengan kecepatan tinggi di jalur-jalur tersebut," ungkap Wijanarko. (riz/dn)
What's Your Reaction?



