Cuaca Ekstrem, Ini Strategi Jitu Atur Suhu Kandang Hindari Gagal Panen

14 Nov 2025 - 15:19
Cuaca Ekstrem,  Ini Strategi Jitu Atur Suhu Kandang Hindari Gagal Panen
Samsul Ma'arif peternak ayam broiler saat ditemui di kandangnya di Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang Jawa Timur, Jumat (14/11/2025). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Cuaca ekstrem yang tidak menentu, berganti antara terik panas menyengat dan hujan deras, menjadi ancaman serius bagi peternak ayam broiler atau ayam pedaging di Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Jawa Timur

Fluktuasi suhu lingkungan yang drastis ini memicu stres pada ternak, yang berpotensi menyebabkan penurunan kesehatan, nafsu makan, dan berujung pada gagal panen.

Tanpa manajemen suhu kandang yang tepat, peternak bisa menanggung kerugian finansial yang signifikan. Ayam broiler, khususnya yang masih berusia muda (DOC) dan yang mendekati masa panen, sangat sensitif terhadap perubahan suhu.

"Cuaca sekarang ini memang sulit ditebak. Pagi sampai siang panas terik, kandang seperti oven. Tiba-tiba sore hari hujan lebat, suhu langsung drop.

 Kalau kita lengah, ayam mudah stres, nafsu makan turun, dan yang paling ditakutkan adalah kematian mendadak," ujar Samsul Ma’arif seorang peternak ayam broiler di Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jumat (14/11/2025).

Samsul mengatakan di kandangnya ini, ada sekitar 4.400 ekor ayam broiler yang sekrang sudah berumur 18 hari dan beratnya kisaran 1 kilogram rata rata.

“ Biasanya kalau sekali panen bisa menghasilkan 10 ton sekali panen dan peternakan ayam ini, bermitra dengan perusahaan untuk budidaya ayam broilernya, “ ungkapnya.

Samsul mengatakan cuaca panas dapat menyebabkan ayam mengalami heat stress (stres panas). Gejalanya antara lain ayam terlihat terengah-engah, banyak minum, dan malas makan.

 Akibatnya, pertumbuhan ayam terhambat, Feed Conversion Ratio (FCR) atau rasio pakan menjadi tidak efisien, dan bobot panen tidak mencapai target.

Sebaliknya, cuaca dingin akibat hujan lebat membuat ayam harus mengeluarkan lebih banyak energi untuk menghangatkan tubuhnya. Energi yang seharusnya untuk tumbuh kembang, teralihkan untuk melawan suhu dingin. Hal ini juga berimbas pada pemborosan pakan dan pertumbuhan yang tidak optimal.

Menghadapi tantangan ini, para peternak di Desa Grobogan Kecamatan Mojowarno pun menggalakkan sejumlah strategi praktis untuk menstabilkan suhu dan kelembaban di dalam kandang.

1. Optimalisasi Ventilasi dan Sirkulasi Udara:

"Kunci utamanya ada pada sirkulasi udara. Kita harus pastikan ventilasi kandang berfungsi maksimal. Untuk kandang tertutup (closed house), kipas (blower) dan cooling pad harus dioperasikan dengan baik saat siang hari.

Untuk kandang terbuka (open house), sisi samping kandang harus bisa dibuka lebar agar angin bisa masuk," jelasnya.

2. Penggunaan Tirai Kandang yang Dinamis:

Tirai kandang tidak boleh dibiarkan dalam satu posisi. Saat cuaca panas dan terik, tirai harus dinaikkan untuk memungkinkan pertukaran udara. Sebaliknya, saat malam hari, hujan, atau angin kencang, tirai harus diturunkan untuk melindungi ayam dari udara dingin dan hembusan angin langsung.

3. Penyemprotan Kabut (Fogging) dan Pengabutan:

Pada saat suhu sangat panas, penyemprotan kabut air di sekitar atap dan dalam kandang (untuk open house) dapat membantu menurunkan suhu secara efektif melalui proses evaporasi.

4. Manajemen Kepadatan Kandang:

Memastikan kepadatan ayam sesuai umur juga crucial. Kandang yang terlalu padat akan meningkatkan suhu mikro di sekitar ayam dan memicu heat stress.

5. Penyesuaian Waktu Pemberian Pakan:

"Kami menggeser jadwal pemberian pakan ke pagi buta dan sore hari ketika suhu lebih sejuk. Hal ini merangsang nafsu makan ayam agar asupan nutrisinya tetap terjaga," tambahnya.

6. Pemantauan Intensif dengan Termometer:

Kehadiran termometer di berbagai titik kandang mutlak diperlukan. Peternak harus rajin memantau fluktuasi suhu agar bisa mengambil tindakan cepat dan tepat.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Perternakan Kabupaten Jombang Moh Saleh mengimbau para peternak untuk lebih waspada dan proaktif. Mereka menekankan pentingnya pencatatan harian suhu dan perilaku ternak sebagai bagian dari manajemen pemeliharaan yang baik.

"Peternak ayam broiler di Jombang, khususnya di sentra produksi seperti Mojowarno, harus cerdas membaca cuaca. Investasi pada sistem ventilasi yang baik dan manajemen yang teliti adalah harga mati untuk mencegah gagal panen di musim yang tidak menentu seperti sekarang," pungkasnya.

Dengan penerapan strategi pengaturan suhu kandang yang disiplin, diharapkan para peternak broiler di Desa Grobogan Mojowarno dan wilayah Jombang lainnya dapat melindungi usahanya dari dampak buruk cuaca ekstrem, sehingga target panen tetap tercapai dan kesejahteraan mereka terjaga. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow