Bupati Lamongan Mutasi Puluhan Pejabat, Ini Alasannya

Ya tentu semuanya terukur. Masing-masing punya KPI yang kita lihat dari kinerjanya. Setiap personel memiliki catatan baik secara kompetensi, integritas, dan hal-hal lain dalam database yang kami miliki," ujar Pak Yes usai prosesi pelantikan.

05 May 2026 - 17:28
Bupati Lamongan Mutasi Puluhan Pejabat, Ini Alasannya
Bupati Lamongan saat Memimpin Prosesi Mutasi Jabatan di Pendopo Lokatantra (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi di lingkungan birokrasi. Acara yang berlangsung di Pendopo Lokatantra, Selasa, (5/5/2026) ini ada sebanyak 34 pejabat yang resmi menempati posisi baru guna mengoptimalkan pelayanan publik dan mempercepat target pembangunan di Kabupaten Lamongan. 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menegaskan bahwa perombakan jabatan ini bukan sekadar rotasi rutin. Langkah strategis ini diklaim sebagai hasil evaluasi mendalam yang berbasis pada data serta capaian kerja nyata di lapangan.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menjelaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimutasi telah melalui penilaian ketat melalui Key Performance Indicator (KPI). Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap individu ditempatkan sesuai dengan catatan kinerja dan integritasnya.

"Ya tentu semuanya terukur. Masing-masing punya KPI yang kita lihat dari kinerjanya. Setiap personel memiliki catatan baik secara kompetensi, integritas, dan hal-hal lain dalam database yang kami miliki," ujar Pak Yes usai prosesi pelantikan.

Dari puluhan jabatan yang mengalami pergeseran, perhatian publik tertuju pada posisi Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II). Yuhronur mengungkapkan bahwa pengisian jabatan eselon II, khususnya yang telah lama kosong, dilakukan melalui mekanisme lelang jabatan secara transparan.

Saat ini, jabatan krusial seperti Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini telah resmi terisi. Proses seleksi terbuka sengaja dipilih untuk menjaring figur yang memiliki kompetensi mumpuni di bidangnya.

"Khusus jabatan tinggi pratama, tentu melalui seleksi. Seperti dua jabatan yang sudah lama kosong, Kesbangpol dan BPBD, kemarin sudah melalui proses lelang jabatan secara terbuka," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow