2.500 Siswa se-Jombang Gelar Manasik Haji Akbar, Bupati Warsubi: Ini Pondasi Ibadah Sejak Dini
Jombang, (afederasi.com) – Pemandangan spektakuler tampak di Stadion Merdeka Jombang pagi hari, lautan putih dari ribuan seragam ihram memenuhi area stadion. Bukan pertandingan olahraga, melainkan gelaran Manasik Haji Akbar yang digelar oleh SIT Ar-Ruhul Jadid bersama JSIT Indonesia Daerah Jombang dan KKG PAI Kabupaten Jombang pada Selasa pagi (05/05/2026).
Sebanyak 2.500 siswa dari jenjang TK/RA, SD/MI, hingga SMP/MTS se-Kabupaten Jombang tumpah ruah mengikuti simulasi rukun Islam kelima ini. Mengusung tema "Dengan Manasik Haji, Jadilah Kita Bersemangat Menunaikan Ibadah Haji", acara ini berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari para pendidik, orang tua, dan tentunya anak-anak.
Suasana berbeda terlihat di Stadion Merdeka yang biasanya keras dan bising. Pagi itu, stadion berubah menjadi lautan putih yang tertib. Di atas hamparan rumput stadion, 2.500 siswa dengan khusyuk mempraktikkan simulasi lempar jumrah, sa'i, dan wukuf.
Manasik Haji 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ar-Ruhul Jadid ini dibuka langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, S.H., M.Si. Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menyampaikan bahwa pendidikan terbaik bagi anak-anak adalah pendidikan yang memberikan pengalaman langsung. Ia menilai simulasi ibadah haji ini merupakan langkah konkret dalam membentuk mentalitas religius sejak dini.
"Manasik haji ini bukan sekadar simulasi, melainkan upaya kita membangun pondasi ibadah dalam jiwa anak-anak. Dengan praktik langsung, mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga meresapi makna ketaatan secara batiniah," tutur Bupati Warsubi di hadapan ribuan peserta.
Lebih lanjut, Bupati Warsubi memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak penyelenggara. Beliau menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung inovasi pendidikan yang mampu menyinergikan aspek intelektual dan spiritual, sejalan dengan visi Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang.
"Melihat 2.500 anak-anak kita hadir dengan semangat, ini membuktikan bahwa sinergi pendidikan di Jombang berjalan dengan sangat luar biasa. Kita ingin mencetak generasi yang unggul, tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga mulia secara batiniah," tambahnya.
Bupati Warsubi juga berpesan agar nilai-nilai seperti kesabaran dan kedisiplinan yang dipraktikkan dalam manasik haji dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap pengalaman ini menjadi memori kuat bagi siswa hingga mereka dewasa nanti.
"Harapannya, kelak mereka memiliki kesiapan lahir dan batin saat benar-benar dipanggil Allah ke Baitullah untuk melaksanakan ibadah haji. Pendidikan adalah proses hidup yang membentuk budi pekerti," pungkas Warsubi.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Wiwik Ernawati menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi sebuah upaya konkret menanamkan kecintaan terhadap tanah suci sejak usia dini.
"Dengan tema semangat menunaikan ibadah haji, kami berharap anak-anak tidak hanya paham teori, tapi juga merasakan atmosfer ibadah haji secara langsung. Manasik ini adalah bibit kerinduan kepada Baitullah," jelasnya.
Sinergi Tiga Lembaga: SIT Ar-Ruhul Jadid, JSIT Jombang, dan KKG PAI
Manasik haji akbar ini tidak akan terwujud tanpa kerja sama solid antara SIT Ar-Ruhul Jadid sebagai penggerak utama, JSIT Indonesia Daerah Jombang, dan KKG PAI Kabupaten Jombang. Ketiganya bersinergi menciptakan acara yang tertib, aman, dan penuh makna bagi ribuan peserta.
Kegiatan berlangsung khidmat dari pagi hingga siang hari. Para siswa tampak bersemangat mengikuti setiap rangkaian simulasi, didampingi oleh para guru dan panitia yang sigap. Orang tua yang memantau dari sisi tribun pun tak henti-hentinya mengabadikan momen berharga ini.
Dengan suksesnya gelaran manasik haji ini, diharapkan generasi muda Jombang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat. Simulasi ini menjadi bekal awal bagi anak-anak untuk memahami rukun Islam kelima, sekaligus menumbuhkan kerinduan untuk suatu saat nanti benar-benar menjejakkan kaki di Tanah Suci.
Sebagaimana tema yang diusung, "Dengan Manasik Haji, Jadilah Kita Bersemangat Menunaikan Ibadah Haji", semangat itu kini telah tertanam dalam diri 2.500 siswa se-Kabupaten Jombang. (san)
What's Your Reaction?

