Lagi, Pemadaman Listrik Bergilir Melanda Sejumlah Wilayah Lamongan

"Manajemen beban ini disebabkan adanya kendala pada teknis operasional pembangkit," ujar Selamet saat dikonfirmasi oleh wartawan, Sabtu (20/6/2026) siang.

20 Jun 2026 - 22:49
Lagi, Pemadaman Listrik Bergilir Melanda Sejumlah Wilayah Lamongan
Pemadaman listrik bergilir yang diterapkan PLN pasca-gangguan pada dua pembangkit besar di sistem kelistrikan Jawa. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemadaman listrik bergilir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan pada Sabtu (20/6/2026). PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa langkah taktis tersebut terpaksa diambil guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan akibat adanya gangguan teknis pada dua unit pembangkit besar.

Manager PT PLN (Persero) ULP Lamongan, Selamet, membenarkan adanya pemadaman yang terjadi di wilayah kerjanya. Menurutnya, pemadaman di Lamongan memiliki penyebab sistemik yang sama dengan wilayah-wilayah lain yang terdampak di Pulau Jawa.

"Manajemen beban ini disebabkan adanya kendala pada teknis operasional pembangkit," ujar Selamet saat dikonfirmasi oleh wartawan, Sabtu (20/6/2026) siang.

Sebelumnya, PLN telah mengumumkan pelaksanaan manajemen beban secara terbatas di sejumlah titik. Hal ini dipicu oleh kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan signifikan pada kapasitas suplai listrik ke masyarakat.

Berdasarkan pengumuman resmi PLN ULP Lamongan, pemadaman bergilir terpantau sudah berlangsung sejak pagi hingga siang hari, dan dijadwalkan kembali berlanjut pada sore hari. Sejumlah desa yang tersebar di Kecamatan Tikung, Deket, Sarirejo, Sukodadi, Kembangbahu, dan beberapa kecamatan lainnya masuk dalam daftar wilayah terdampak.

Dalam pembaruan informasi teranyar, PLN menyebutkan pemadaman sore kembali digulirkan mulai pukul 15.00 WIB hingga proses normalisasi sistem dinyatakan selesai sepenuhnya.

Beberapa wilayah yang terdampak langsung di antaranya meliputi Desa Kembangbahu, Pule, Lopang, Mangkujajar, Kaliwates, Jotosanur, Wonokromo, Tlogoagung, Sukobendu, Kedungmegarih, Tikung, Kedungbanjar, Gebangan, hingga Desa Jegreg.

Sementara itu, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Gregorius Adi Trianto, menjelaskan secara detail bahwa gangguan fatal terjadi pada dua unit pembangkit besar yang memaksa operasionalnya dihentikan sementara waktu.

Dampaknya, kemampuan sistem dalam menyuplai energi listrik mengalami penurunan drastis. Sebagai solusi darurat, PLN harus menerapkan skema manajemen beban secara terbatas dan terukur di berbagai daerah terdampak.

"PLN terus bekerja sama melakukan percepatan pemulihan, mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain, serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta meminimalkan dampak kepada pelanggan," terang Gregorius dalam keterangan tertulisnya.

Meski kapasitas pasokan berkurang, Gregorius menegaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini masih dalam kondisi yang terkendali. Pihaknya juga memastikan bahwa kebijakan pemadaman bergilir ini hanya bersifat sementara.

Saat ini, tim teknis PLN di lapangan terus berjibaku melakukan percepatan pemulihan operasi pembangkit guna menormalisasi pasokan listrik ke pelanggan secara bertahap.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," pungkas Gregorius. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow