BGN Tutup Sementara SPPG Bungur 004, Abai Larangan Menu Ayam Suwir

Dengan adanya insiden ini, operasional SPPG Bungur 004 Kecamatan Karangrejo, Tulungagung akan diberhentikan sementara sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

10 Feb 2026 - 16:40
BGN Tutup Sementara SPPG Bungur 004, Abai Larangan Menu Ayam Suwir
Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur 004, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur 004, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Keputusan ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa 24 siswa SDN 3 Bungur usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (10/02/2026).

Peristiwa ini bermula saat puluhan siswa dilarikan ke Puskesmas Karangrejo setelah mengeluhkan mual, pusing, lemas, hingga muntah-muntah.

"Dengan adanya insiden ini, operasional SPPG akan diberhentikan sementara sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa," ujar Koordinator Wilayah BGN Tulungagung, Sabrina Mahardika.

Fakta mengejutkan terungkap mengenai legalitas fasilitas ini. Diketahui, SPPG Bungur 004 baru beroperasi kurang dari dua bulan dan ironisnya belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

"SPPG ini belum ada SLHS, dan baru saja jalan kurang dari dua bulan," terang Sabrina.

Meski pihak pengelola berdalih telah mengajukan izin melalui sistem Online Single Submission (OSS), verifikasi faktual di lapangan belum sempat tuntas dilakukan. Padahal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung sebenarnya telah menjadwalkan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) pada Rabu (11/2/2026). Namun, kegiatan belum dilakukan sudah terjadi insiden. 

"Rencananya kami itu besok akan melakukan IKL. Tapi dengan adanya insiden ini, kami juga akan melakukan pengecekan sanitasi dan evaluasi manajemen ke SPPG Bungur 004," tambahnya.

Hasil tinjauan awal di lokasi SPPG mengungkap sejumlah temuan krusial yang melanggar standar manajemen dapur gizi. Selain masalah penyimpanan bahan baku, lokasi dapur ditemukan berada sangat dekat dengan kandang kambing.

"Secara aturan, fasilitas pengolahan makanan harus steril dan jauh dari area pencemaran seperti kandang hewan maupun tempat pembuangan sampah," paparnya. 

Tak hanya masalah sanitasi, komposisi menu yang disajikan juga menuai kritik tajam. Pada hari kejadian, paket MBG terdiri dari nasi putih, ayam suwir, tahu, oseng kacang, dan kurma. Sabrina mengungkapkan bahwa penggunaan ayam suwir sebenarnya sudah masuk dalam daftar "warning" atau larangan dari BGN.

"Ayam suwir adalah salah satu jenis olahan yang tidak disarankan menjadi lauk utama dalam program MBG," tegas Sebrina.

Selain ayam suwir, BGN juga melarang penyajian menu tertentu seperti nasi goreng, nasi uduk, soto, hingga sayur tauge karena risiko penurunan kualitas gizi dan kecepatan pembusukan yang sangat tinggi.

Kasus di SDN 3 Bungur ini menambah daftar panjang insiden serupa di Tulungagung dalam sebulan terakhir, termasuk laporan dari SMKN 3 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMK Sore, dan MAN 2 Tulungagung. Rentetan kejadian ini menjadi sinyal keras bagi pihak terkait untuk melakukan evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) demi menjamin keamanan konsumsi bagi seluruh siswa.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow