Inafis Polres Tulungagung Ambil Sampel MBG, Ayam Suwir Berbau Diduga Jadi Pemicu Keracunan Massal MBG

Berdasarkan pemeriksaan awal, gangguan pencernaan diduga kuat berasal dari lauk ayam suwir yang sudah mengeluarkan aroma berbau.

10 Feb 2026 - 15:17
Inafis Polres Tulungagung Ambil Sampel MBG, Ayam Suwir Berbau Diduga Jadi Pemicu Keracunan Massal MBG
Inafis Polres Tulungagung ambil sampel MBG dan muntahan korban untuk dilakukan uji laboratorium (rizky/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Tim Inafis Polres Tulungagung bergerak cepat menangani insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Bungur, Kecamatan Karangrejo, Selasa (10/2/2026).

Petugas telah mengamankan sejumlah sampel makanan dari Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sampel biologis berupa muntahan siswa untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam.

Langkah ini diambil setelah sedikitnya 24 siswa dilaporkan mengalami gejala serupa, yakni mual, muntah, pusing, hingga kondisi tubuh yang mendadak lemas usai menyantap jatah makan siang dari Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Bungur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa tim medis bersama kepolisian fokus mengumpulkan bukti fisik dari sisa konsumsi siswa di sekolah dan Puskesmas Karangrejo. Berdasarkan pemeriksaan awal secara organoleptik atau melalui panca indera, ditemukan indikasi kuat pada salah satu lauk.

"Menu yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi, ayam suwir, tahu, oseng kacang, dan kurma. Berdasarkan pemeriksaan awal, gangguan pencernaan diduga kuat berasal dari lauk ayam suwir yang sudah mengeluarkan aroma berbau," jelas dr. Aris, Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, dr. Aris menegaskan bahwa kepastian penyebab utama tetap harus menunggu hasil resmi dari uji laboratorium.

Menyikapi situasi darurat tersebut, otoritas terkait langsung memerintahkan penghentian distribusi dan penarikan total seluruh paket makanan yang telah keluar dari dapur SPPG Bungur. Hal ini dilakukan demi mencegah jatuhnya korban tambahan di titik distribusi lainnya.

"Total MBG yang diproduksi oleh SPPG Bungur hari ini mencapai sekitar 2.200 porsi, yang ditujukan untuk siswa sekolah dasar dan sasaran Posyandu. Beruntung, baru SDN 3 Bungur yang sempat mengonsumsi, sementara untuk Posyandu belum dibagikan karena laporan gangguan ini langsung masuk," tambahnya.

Mengenai kondisi para siswa, dr. Aris menjelaskan bahwa mayoritas korban hanya memerlukan observasi ringan dan kondisi mereka perlahan mulai stabil. Dari 24 siswa yang terdampak, sebagian besar sudah diperbolehkan pulang, sementara tiga anak masih harus menjalani penanganan medis intensif di Puskesmas.

Terkait kelangsungan SPPG Bungur, pihak Dinas Kesehatan akan segera melaporkan insiden ini kepada Satgas MBG Tulungagung dan Badan Gizi Nasional (BGN). Selama proses investigasi berlangsung, dapur penyedia layanan gizi tersebut terancam ditutup sementara.

“Kewenangan penutupan ada pada Korwil yang diteruskan ke BGN. Namun, prosedurnya dapur akan dinonaktifkan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan evaluasi manajemen selesai dilakukan,” pungkas dr. Aris.(riz/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow