Anies Baswedan Janji Ganti Food Estate dengan Contract Farming Jika Terpilih Presiden 2024

Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, berkomitmen untuk mengganti sistem food estate dengan contract farming jika terpilih menjadi Presiden pada 2024.

01 Dec 2023 - 13:11
Anies Baswedan Janji Ganti Food Estate dengan Contract Farming Jika Terpilih Presiden 2024
Mengenal Contract Farming Ala Anies Baswedan Mau Gantikan Food Estate, Cuma Ganti Nama? (Suara.com/Dea)

Bandung, (afederasi.com) - Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, berkomitmen untuk mengganti sistem food estate dengan contract farming jika terpilih menjadi Presiden pada 2024.

Anies menganggap bahwa contract farming lebih menghargai para petani yang telah lama berkontribusi dalam memproduksi pangan.

Sebagai alternatif, ia ingin menjadikan sentra pertanian sebagai mitra dengan melibatkan berbagai pihak seperti BUMD, BUMN, dan swasta, namun dengan regulasi yang disiapkan oleh pemerintah.

Anies Baswedan menjelaskan bahwa food estate, program yang digagas oleh pemerintahan Presiden Jokowi, memberikan dana kepada korporasi sehingga tidak dirasakan oleh rakyat langsung.

"Jadi sentra-sentra pertanian yang sekarang ada itu dijadikan sebagai mitra, bisa BUMD, BUMN, swasta, tapi pemerintah menyiapkan regulasinya," ujar Anies Dalam kampanyenya di kebun petani hortikultura Pangalengan, Bandung seperti yang dilansir dari Suara.com media partner afederasi.com.

Contract farming atau pertanian kontrak, meskipun bukan hal baru, dijelaskan oleh Badan Pangan Dunia (FAO) sebagai suatu kesepakatan di muka antara petani dan pembeli.

Kesepakatan ini mencakup syarat dan ketentuan produksi, pemasaran, harga, kuantitas, kualitas produk, dan tanggal penyerahan hasil pertanian kepada pembeli.

Anies menegaskan bahwa sistem ini akan memberikan anggaran negara kepada para petani yang telah berkontribusi dalam produksi pertanian.

FAO mencatat bahwa sistem contract farming telah ada selama beberapa dekade terakhir dan semakin diminati di sejumlah negara berkembang.

Bank Dunia juga melaporkan bahwa di Senegal, penerapan sistem pertanian kontrak untuk komoditas kacang tanah telah meningkatkan pendapatan kotor pertanian sebesar 39 persen, dibandingkan dengan petani yang tidak terlibat dalam sistem kontrak.

Sementara itu, food estate merupakan konsep budidaya tanaman berskala luas yang ditanamkan dengan kokoh terutama di pedesaan. Istilah ini fokus pada sistem agribisnis yang berbasis pemberdayaan masyarakat adat atau lokal.

Komoditi prioritas dalam food estate meliputi padi, jagung, sorgum, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, buah-buahan, sayur-sayuran, sagu, kelapa sawit, tebu, dan ternak sapi maupun ayam.

Dengan penjelasan ini, Anies Baswedan ingin menunjukkan perbedaan antara food estate dan contract farming, serta menggarisbawahi kebutuhan akan kebijakan pemerintah yang baik dan bersih untuk mendukung keberhasilan implementasi kedua sistem tersebut.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow