Anggota Banser Situbondo Viral Usai Tendang Petasan, Sempat Nyaris Jadi Korban Pengeroyokan

03 Apr 2025 - 17:29
Anggota Banser Situbondo Viral Usai Tendang Petasan, Sempat Nyaris Jadi Korban Pengeroyokan
Kedua belah pihak saat memilih untuk berdamai (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) - Seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menjadi sorotan di media sosial setelah videonya viral saat menendang petasan di Jalan Raya Pantura Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Aksi tersebut memicu ketegangan dengan sekelompok pemuda yang menyalakan petasan hingga hampir berujung pengeroyokan.

Video yang beredar luas di Instagram dan Facebook menunjukkan momen ketika anggota Banser menendang petasan ke arah selatan, namun petasan itu tiba-tiba meledak setelah ditendang. Insiden ini pun mengundang beragam reaksi dari warganet.

Ketua Pengurus Anak Cabang Banser Banyuputih, Imam Taufiqurahman, membenarkan kejadian tersebut yang berlangsung usai Salat Id di Masjid Nurul Muttaqin. Menurutnya, sekelompok pemuda menyalakan petasan di sekitar masjid setelah acara selesai.

"Benar, kejadian itu terjadi kemarin dan videonya viral. Namun, tadi malam pihak kami dan kelompok pemuda tersebut sudah berdamai," ujar Imam, Kamis (3/4/2025).

Ia menegaskan bahwa anggotanya tidak melarang pemuda bermain petasan, melainkan hanya berupaya menghindari ledakan di jalan raya demi keselamatan para pengendara.

"Anggota kami hanya ingin memastikan petasan tidak meledak di tengah jalan dan membahayakan pengendara. Kami sudah mengimbau agar tidak menyalakan petasan di jalan raya karena arus lalu lintas cukup padat," jelasnya.

Anggota Banser yang terlibat dalam kejadian tersebut diketahui bernama Slamet (47), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Banyuputih.

"Menurut saya, tindakan anggota kami tidak salah. Dia hanya berusaha mengurai kemacetan karena banyak pemotor harus menunggu petasan meledak sebelum bisa melintas. Ada dua petasan yang dinyalakan, dan salah satunya meledak saat ditendang, hampir mengenai pengendara yang lewat," tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, mengonfirmasi bahwa kedua belah pihak telah berdamai dan sepakat untuk saling memaafkan. Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyalakan petasan, terutama di tempat umum seperti jalan raya.

"Kami sudah mempertemukan kedua belah pihak dan mereka sepakat untuk berdamai. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan sembarangan demi keselamatan bersama," tegasnya.

Dengan adanya kesepakatan damai ini, diharapkan insiden serupa tidak terulang kembali demi menjaga ketertiban dan keselamatan di lingkungan masyarakat.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow