5 BUMDes di Bondowoso jadi Atensi, Penyertaan Modal Usaha Dianggap tak Realistis
Bondowoso, (afederasi.com) - Pencairan dana desa (DD) termin I tidak semuanya diterima oleh pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Bondowoso pada awal maret 2024 ini.
Dari 209 desa di Kabupaten Bondowoso, baru 75 desa yang telah mencairkan DD termin I, 30 desa finalisasi, dan ratusan desa lain proses administrasi awal.
Salah satu yang menjadi kendala untuk finalisasi adalah penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang masih perlu sinkronisasi.
Beberapa Pemdes dianggap tidak realistis dalam menganggarkan suntikan dana BUMDes di tahun 2024.
Berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso, setidaknya ada 5 BUMDes yang sempat jadi atensi.
"Desa Karanganyar Kecamatan Tegalampel, Desa Kalianyar Kecamatan Ijen, Desa Prajekan Lor Kecamatan Prajekan, Desa Pejaten Kecamatan Tegalampel dan Desa Kasemek Kecamatan Tenggarang," sebut Sekretaris DPMD Kabupaten Bondowoso, Abdul Manan, Rabu (6/3/2024).
Kata Manan, temuan Inspektorat Pemkab Bondowoso atas pengelolaan anggaran BUMDes menjadi perhatian.
"Temuan misalnya penyertaan modal BUMDes terlalu besar tidak dilengkapi dengan kelayakan usaha," paparnya.
Ia mencontohkan dengan suntikan dana BUMDes sebesar Rp 100 juta untuk pengadaan mobil di unit usaha pemancingan ikan, maka ini dianggap tidak realistis.
"Atau pengadaan pikap untuk unit usaha wisata yang digunakan untuk mengangkut sampah wisatawan," sebut Manan.
Menurutnya, pengadaan kendaraan seharga ratusan juta memang aman dari sisi aset, namun rentan tak tepat guna dari segi bisnis.
"Dalam hal ini mewakili pemerintah daerah, (DPMD) tentu harus mengamankan dana desa ini agar penyertaan modal tidak hanya penyertaan saja, tetapi juga ada kelayakan usaha di sini. Dan harus disesuaikan juga dengan jenis usaha BUMDESnya," urainya.
Sebab, kata Manan, BUMDes adalah lembaga berorientasi profit dan ikut andil dalam menyumbang pendapatan asli desa (PADes).
"Kalau sekiranya tidak prospektif untuk apa? Harus dikaji ulang lah, disesuaikan dengan unit usaha dengan BUMDES itu sendiri," tutur Manan.
Dari 30 desa yang saat ini masuk finalisasi APBDes untuk pencairan DD tahap I 2024, ia mengakui penyertaan modal ke 5 BUMDes sempat disorot.
"Contoh Rp 200 juga untuk usaha konveksi BUMDes Karanganyar Tegalampel. Kita harus tahu proyeksi bisnisnya dulu," terangnya.
Kemudian BUMDes Kalianyar Kecamatan Ijen yang rencana bakal disuntik dana Rp 127 juta pada tahun 2024.
"BUMDes Kalianyar ini tahun 2023 lalu menyertakan modal Rp 245 juta untuk pengembangan usaha cafe. Progres bisnisnya tahun lalu belum terevaluasi, sudah dianggarkan lagi Rp 127 juta tahun ini," ungkap dia.
Kemudian ada Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan yang memiliki sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa) sebesar Rp 150 juta tahun 2023 karena tidak diserap penyertaan modal BUMDesnya.
"Tapi di tahun 2024 dianggarkan lagi Rp 150 juta untuk BUMDes. Makanya kita evaluasi," bebernya.
Selain ketiga desa itu yang dalam proses evaluasi, dua BUMDes lainnya sudah mengalihkan anggaran untuk program yang lain.
"Seperti desa Pejaten untuk permodalan penggergajian kayu bekerjasama dengan Diskoperindag, sedangkan Kasemek yang awalnya pengadaan kendaraan dialihkan untuk pembangunan plengsengan," tandasnya.
Sementara Kepala Desa Kalianyar, Muhammad Fauzi menbantah pihaknya mengajukan penyertaan modal untuk BUMDes tahun 2024.
"Saya sudah perintahkan ke bagian perencanaan untuk menutup menganggarkan penyertaan modal ke BUMDes untuk tahun 2024," kata Fauzi dikonfirmasi via sambungan telpon, Kamis (7/3/2024).
Sebab, katanya, pendapatan dari BUMDes Kalianyar sudah mencukupi biaya operasional unit usaha untuk tahun 2024.
"Tapi waktu penyusunan anggaran, memang saya sedang umrah. Jadi tidak sempat memantau dan komunikasi dengan pihak kecamatan dan tingkat kabupaten," akunya.
Pihaknya juga menepis jika pengelolaan anggaran BUMDes tahun 2023 dianggap tidak clear and clean.
"Untuk pengelolaan anggaran BUMDes tahun 2023 bisa dicek ke lokasi. Kami siap. Dokumen lengkap," tegasnya. (den)
What's Your Reaction?



