Yonif TP 934 SBY Pacitan Siapkan Prajurit Adaptif, Kuasai Medan Darat hingga Ruang Udara

28 Jun 2026 - 15:04
Yonif TP 934 SBY Pacitan Siapkan Prajurit Adaptif, Kuasai Medan Darat hingga Ruang Udara
Atraksi penerjunan paralayang mewarnai upacara penutupan latihan paralayang dan paramotor Yonif Teritorial Pembangunan 934 SBY di Pancer Door, Kabupaten Pacitan, Minggu (28/6/2026).

Pacitan, (afederasi.com) - Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 934/Satya Buana Yuda terus meningkatkan kemampuan prajuritnya agar mampu menghadapi perkembangan tantangan tugas di lapangan. 

Salah satu upaya yang dilakukan ialah membekali prajurit dengan kemampuan paralayang dan paramotor sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme prajurit modern yang adaptif.

Komandan Yonif TP 934/Satya Buana Yuda, Mayor Inf. Dr. Dian Nur Huda, M.A.P, mengatakan penguasaan medan operasi saat ini tidak lagi hanya terbatas pada kemampuan tempur di darat. 

Prajurit infanteri juga dituntut mampu memahami dan menguasai ruang udara sebagai bagian dari pengembangan kemampuan taktis.

"Sebagai pasukan infanteri yang adaptif, penguasaan medan tidak lagi terbatas pada bumi dan rintangan darat, melainkan juga kemampuan menguasai ruang udara," ujarnya, Minggu (28/6/2026).

Menurut dia, latihan paralayang dan paramotor bukan sekadar kegiatan olahraga dirgantara maupun pemenuhan program kerja satuan. 

Lebih dari itu, latihan tersebut menjadi bagian dari pembentukan prajurit yang mampu beradaptasi dengan perkembangan pola operasi dan tantangan medan.

Ia menjelaskan, kemampuan terbang memberikan bekal penting bagi prajurit dalam berbagai aspek. Selain melatih keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan, latihan tersebut juga mengajarkan kemampuan membaca kondisi alam, mulai dari arah angin, cuaca hingga karakteristik geografis suatu wilayah.

"Paralayang dan paramotor melatih prajurit mengendalikan diri, mengalahkan rasa takut pada ketinggian, membaca kondisi alam secara akurat, hingga mengambil keputusan dengan cepat di udara," tambahnya.

Tak hanya itu, kemampuan tersebut juga dinilai membuka peluang baru dalam pelaksanaan operasi taktis, khususnya yang membutuhkan mobilitas tinggi dan unsur kejutan.

Menurut Dian, penguasaan ruang udara dapat menjadi salah satu alternatif infiltrasi maupun pergerakan personel pada kondisi tertentu sehingga prajurit memiliki kemampuan yang lebih adaptif terhadap berbagai skenario penugasan.

"Kemampuan ini membuka peluang taktis dalam operasi khusus yang membutuhkan elemen kejutan dari ketinggian," katanya.

Dalam latihan tersebut, sebanyak 11 prajurit berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dengan prinsip zero accident atau tanpa kecelakaan. 

Capaian tersebut dinilai menjadi modal awal bagi Yonif TP 934 dalam membangun prajurit yang profesional sekaligus memiliki kompetensi tambahan di bidang dirgantara.

Meski demikian, Dian mengingatkan bahwa berakhirnya latihan bukan berarti proses pembelajaran telah selesai. Seluruh prajurit diminta terus meningkatkan kemampuan yang telah diperoleh melalui latihan berkelanjutan.

"Jangan cepat puas. Jadikan kemampuan paralayang dan paramotor ini sebagai modal dasar untuk meningkatkan kualifikasi taktis yang lebih tinggi," tegasnya.

Ia juga meminta seluruh prajurit menjaga kesiapan peralatan serta mengutamakan faktor keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas. 

Menurutnya, kedisiplinan yang ditunjukkan selama latihan harus menjadi bagian dari budaya kerja prajurit dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Dengan kemampuan yang terus berkembang, kami berharap prajurit Yonif TP 934 semakin profesional, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan penugasan, baik di medan darat maupun ruang udara," pungkasnya. (fer)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow