Warga Minta Perizinan Amdal Pembangunan Kampus Ubhara dan Binus Harus Dilibatkan

20 May 2024 - 20:33
Warga Minta Perizinan Amdal Pembangunan Kampus Ubhara dan Binus Harus Dilibatkan
Truk angkut situ yang melewati saluran air warga. (Alam/afederasi.com) 

Surabaya, (afederasi.com) - Polemik permasalahan perizinan pembangunan kampus Ubhara dan Binus di kawasan Lidah Kulon Lakarsantri Surabaya untuk ditinjau ulang. Pasalnya, pembangunan tersebut ada permasalahan di Amdalnya, yakni penggunaan saluran air warga yang dibuntu lalu digunakan untuk lintasan truk pengangkut situ dan bahan bangunan lainnya. 

Guna menemukan solusi masalah tersebut, warga RW 1 dan RW 2 kelurahan Lidah kulon melakukan rapat koordinasi di balai RW 1, Minggu (19/5/2024) malam. 

Menurut salah satu warga yang mengikuti rapat tersebut, awal muncul permasalahan adanya perizinan Amdal yang dilakukan oleh pihak Ubhara dengan didampingi oleh pemkot dan warga RW 1. 

Hasilnya muncul kajian Amdal yang dikeluarkan oleh DLH Surabaya pada Maret 2024."kajian tersebut ada kekurangan atau permasalahan di penggunaan saluran air warga," ujar warga yang tidak mau disebutkan identitasnya, Senin (20/5/2024). 

Dampak dari ditutupnya saluran air milik warga bila musim hujan ada 2 rumah warga yang kebanjiran karena saluran airnya buntu. "Saluran itu memanjangkan dari timur sampai barat, bila ada gangguan atau ditutup dipastikan ada sejumlah tempat yang kebanjiran,"terangnya. 

Warga meminta dalam rapat tersebut agar perihal saluran air diselesaikan dulu antara Ubhara dengan warga. Karena saluran air tersebut sudah ada sejak berdirinya kampung mereka atau saluran tradisional milik warga RW1 dan RW2. 

Warga meminta kepada Ubhara untuk melakukan kajian lagi dengan melibatkan atau berkoordinasi dengan warga RW2, yang lalu warga tidak diajak,  merka melibatkan hanya RW1 saja. 

"Intinya saluran air setelah ditutup oleh Ubhara, warga tidak diberikan kompensasi , atau disewa . Bahkan pihak Ubhara permisi atau ijin ke RW2," paparnya. 

Apabila  tuntutan warga tidak terpenuhi, warga  bisa marah dan akan memortal atau mengembalikan fungsi saluran air tersebut sebagai mana mestinya.

Pihak kelurahan ketika dihubungi hingga berita ini naik belum mau memberikan keterangan. (al) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow