Truk Tronton Hantam Bus dan Truk di Jalur Nasional Lamongan, Diduga Sopir Mengantuk
Diduga pengemudi truk tronton kurang konsentrasi karena mengantuk dan kelelahan, ditambah kondisi cuaca yang sedang hujan, sehingga kendaraan oleng ke jalur kanan dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan," ujar Iptu Debbhi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Lamongan, (afederasi.com) – Kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan besar terjadi di jalur nasional Lamongan-Tuban, tepatnya di Dusun Lengkong, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Lamongan, pada Sabtu (9/5/2026) malam sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini diduga dipicu oleh pengemudi truk tronton yang mengantuk dan kelelahan saat berkendara.
Peristiwa bermula ketika truk tronton bernopol W 9724 UP yang dikemudikan oleh Andik, warga Porong, Sidoarjo, melaju dari arah barat (Tuban) menuju ke timur (Babat). Setibanya di lokasi kejadian, truk tiba-tiba oleng ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan.
Kondisi cuaca yang sedang hujan diduga membuat konsentrasi pengemudi menurun akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.
Nahas, pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan, melaju truk bernopol W 8904 YB yang dikemudikan Djoko Sugiono Probo dan sebuah bus bernopol G 7086 OA yang disopiri oleh Riyaldi. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan beruntun ketiga kendaraan besar tersebut tidak terhindarkan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Iptu Debbhi Setyastomo, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan.
"Diduga pengemudi truk tronton kurang konsentrasi karena mengantuk dan kelelahan, ditambah kondisi cuaca yang sedang hujan, sehingga kendaraan oleng ke jalur kanan dan menabrak kendaraan dari arah berlawanan," ujar Iptu Debbhi saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, kendaraan tronton dan truk mengalami kerusakan parah pada bagian depan, sementara bus mengalami pecah kaca. Kerugian materiil akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp20 juta.
Arus lalu lintas di jalur nasional yang menghubungkan Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan sempat mengalami kemacetan panjang selama proses evakuasi. Namun, saat ini kondisi lalu lintas telah kembali normal setelah petugas kepolisian berhasil mengevakuasi kendaraan yang terlibat dari badan jalan.
Pihak kepolisian pun mengimbau kepada para pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan besar, untuk selalu memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima dan segera beristirahat di rest area jika merasa mengantuk demi keselamatan bersama. (yan)
What's Your Reaction?

