Tragedi Keluarga di Situbondo, Tiga Korban Dugaan Pembunuhan Dimakamkan Terpisah
Situbondo, (afederasi.com) – Suasana duka menyelimuti Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, menyusul dimakamkannya tiga korban dugaan pembunuhan dalam satu keluarga di lokasi yang berbeda. Ketiganya adalah pasangan suami istri Mohammad Hasyim (58) dan Suningsih (38), serta putri mereka Umi Rahmania (18).
Jenazah Mohammad Hasyim dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Pamekasan untuk dimakamkan di tanah kelahiran. Prosesi pemulangan jenazah dilakukan oleh putra kandung serta sejumlah kerabat menggunakan mobil siaga milik seorang pengusaha rokok.
Sementara itu, jenazah Suningsih diberangkatkan dari RSUD Situbondo menggunakan ambulans dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di sisi utara rumah duka sekitar pukul 10.00 WIB. Berbeda dengan kedua orang tuanya, jenazah Umi Rahmania dipulangkan ke rumah neneknya setelah adanya permintaan dari ayah kandung korban.
“Untuk Umi Rahmania dimakamkan di TPU dekat rumah neneknya. Pemakaman kemungkinan dilakukan malam hari karena masih menunggu kedatangan ayah kandungnya yang saat ini dalam perjalanan dari Maluku,” ujar salah satu paman korban, Selasa (30/12/2025), seraya meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Pantauan di kamar jenazah RSUD Situbondo menunjukkan suasana haru saat kedua keluarga besar berkumpul. Meski diliputi duka mendalam, keluarga Mohammad Hasyim dan Suningsih tampak saling menguatkan. Tangis pecah ketika ambulans yang membawa jenazah meninggalkan rumah sakit, disertai pelukan di antara kedua belah pihak.
“Saya masih saudara dengan Hasyim. Namun sejak kejadian hingga pagi ini, kami belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Hasyim dan istrinya. Kami semua masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian. Otopsi sudah dilakukan, sehingga jenazah dapat dipulangkan ke keluarga masing-masing,” ungkap kerabat tersebut.
Ia juga menuturkan bahwa Mohammad Hasyim dan Suningsih telah menjalani kehidupan rumah tangga selama sekitar 15 tahun. Selama berada di Pulau Jawa, Hasyim diketahui menekuni usaha jual beli tembakau yang sempat mengalami masa kejayaan, meski belakangan usahanya kerap mengalami kerugian.
“Saya tidak mengetahui secara detail perjalanan hidup mereka karena jarak tempat tinggal kami cukup jauh. Yang kami tahu, Hasyim fokus berusaha di bidang tembakau,” pungkasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus dugaan pembunuhan tersebut untuk mengungkap penyebab pasti kematian ketiga korban.(vya/dn)
What's Your Reaction?


