Temukan 3.600 Kasus TBC di Lamongan, Dinkes Gencarkan Skrining
Lamongan, (afederasi.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan terus memperkuat upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TBC). Hingga memasuki tahun 2025, tercatat sebanyak 3.600 warga di Kabupaten Lamongan terdeteksi mengidap penyakit menular tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamongan, dr. Yany Khoirurahmawati, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah memasifkan program skrining, baik secara mandiri maupun melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.
"Langkah pertama yang kami lakukan adalah skrining. Harapannya, masyarakat bisa melakukan skrining secara mandiri atau melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG)," ujar dr. Yany saat memberikan keterangan, Selasa (10/02/2026) pagi.
Bagi warga yang menunjukkan indikasi gejala TBC, Dinkes Lamongan telah menyiapkan prosedur skrining sekunder untuk memastikan diagnosa secara akurat. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat guna memperluas jangkauan deteksi.
"Apabila ada jawaban 'iya' pada skrining awal, maka kami lanjutkan ke skrining sekunder. Tahun ini kami dibantu pemerintah pusat untuk pemeriksaan dahak, liur, hingga foto rontgen," tambahnya.
dr. Yany menjelaskan bahwa TBC bukan hanya soal batuk biasa. Ia merinci sejumlah gejala klinis yang patut diwaspadai oleh masyarakat, seperti demam berulang, keringat di malam hari tanpa aktivitas, sesak napas, nyeri dada, hingga penurunan berat badan yang drastis.
Dalam upayanya, Dinkes Lamongan juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama perokok aktif yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan paru.
"Skrining TBC ini juga bisa dilakukan melalui aplikasi e-TB. Beberapa waktu terakhir, perokok menjadi sasaran yang kami utamakan untuk skrining," tegasnya.
Selain faktor kebersihan lingkungan dan hunian, dr. Yany menekankan bahwa daya tahan tubuh melalui asupan gizi yang baik adalah benteng utama dalam melawan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
"Kebersihan lingkungan memang berpengaruh, tapi yang paling penting adalah gizi masyarakat. Gizi yang baik akan memperkuat imunitas tubuh untuk menangkal penularan," tutupnya. (yan)
What's Your Reaction?



