Tak Lagi Mengayuh Berat, Tukang Becak Lansia Trenggalek Dapat Becak Listrik dari Prabowo

11 Jan 2026 - 17:20
Tak Lagi Mengayuh Berat, Tukang Becak Lansia Trenggalek Dapat Becak Listrik dari Prabowo
Wabup Syah bersama Sekda dan Wakil Ketua Umum Yayasan GSN saat mencoba naik becak listrik (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) – Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil kembali ditunjukkan Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto. Melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebanyak 200 tukang becak lansia di Kabupaten Trenggalek menerima bantuan becak listrik, Minggu (11/1/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Pendopo Manggala Praja Nugraha oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, didampingi Sekretaris Daerah serta Wakil Ketua Umum Yayasan GSN, Nanik S. Deyang. Dalam kesempatan itu, jajaran pejabat daerah turut menjajal langsung becak listrik yang diserahkan kepada para penerima manfaat.

Wakil Ketua Umum Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, menjelaskan bahwa bantuan becak listrik tersebut merupakan wujud kepedulian Presiden Prabowo terhadap para tukang becak, khususnya mereka yang telah memasuki usia lanjut. Presiden merasa prihatin melihat masih banyak lansia yang harus mengayuh becak demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Melalui Prabowo Foundation yang kini bertransformasi menjadi Yayasan GSN, Presiden ingin menghadirkan solusi yang lebih manusiawi bagi para tukang becak lansia. Becak listrik ini diharapkan dapat meringankan beban fisik mereka,” ungkap Nanik.

Ia menambahkan, program bantuan becak listrik sejatinya telah dimulai sejak 2024. Pada tahap awal, sebanyak 26 unit becak listrik telah disalurkan kepada warga Trenggalek sebagai uji coba, meski saat itu belum terkoordinasi secara resmi dengan pemerintah daerah.

“Untuk tahap kedua ini kami menyalurkan 200 unit. Insyaallah akan ada tahap lanjutan. Kami masih menunggu data kebutuhan dari Pemkab Trenggalek. Prinsipnya, pada tahap awal memang diprioritaskan bagi lansia usia 60 tahun ke atas,” jelasnya.

Terkait teknis penggunaan, Nanik menyebut pengisian daya becak listrik cukup fleksibel dan dapat dilakukan di berbagai tempat, bahkan dengan daya listrik rumah tangga 450 watt. Namun demikian, ia menitipkan pesan kepada pemerintah daerah agar turut mengawasi pemanfaatan bantuan tersebut, khususnya untuk mencegah terjadinya pemindahtanganan atau penjualan becak listrik.

“Bantuan ini diberikan agar mereka memiliki aset sendiri, tidak lagi menyewa becak, dan tetap memiliki kebanggaan di usia senja. Kami berharap pengalaman sebelumnya tidak terulang,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo kepada masyarakat kecil. Ia menilai bantuan becak listrik ini lahir dari ketulusan dan keikhlasan Presiden dalam memikirkan nasib rakyat.

Syah juga mendorong para penerima bantuan agar menjaga dan merawat becak listrik tersebut dengan baik. Ia mengingatkan agar bantuan tidak disalahgunakan, sehingga kepercayaan Presiden kepada masyarakat Trenggalek tetap terjaga.

“Jangan sampai dipindahtangankan atau dijual. Kalau itu terjadi, tentu akan berdampak pada keberlanjutan bantuan di masa mendatang,” pesannya.

Rasa syukur turut diungkapkan Ahmad (70), salah satu penerima bantuan becak listrik. Ia mengaku bantuan tersebut sangat membantu meringankan pekerjaannya sebagai tukang becak.

“Alhamdulillah, becak listrik ini sangat membantu kami. Terima kasih Pak Prabowo atas perhatiannya. Semoga selalu diberi kesehatan,” ucapnya. (pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow