Status Gibran Sebagai Cawapres Prabowo Terancam, Namun Tetap Unggul di Jawa Timur

Status Gibran Rakabuming Raka, yang juga dikenal sebagai anak dari Presiden Joko Widodo, sebagai bakal cawapres Prabowo Subianto, tengah dalam situasi yang genting.

02 Nov 2023 - 09:34
Status Gibran Sebagai Cawapres Prabowo Terancam, Namun Tetap Unggul di Jawa Timur
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.(Suara.com/Ema Rohimah)

Jakarta, (afederasi.com) - Status Gibran Rakabuming Raka, yang juga dikenal sebagai anak dari Presiden Joko Widodo, sebagai bakal cawapres Prabowo Subianto, tengah dalam situasi yang genting. Pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik yang berlanjut di sidang Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mengancam masa depannya.

Ketua MKMK, Jimly Asshiddiqie, menganggap wajar apabila keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan batas usia calon presiden dan wakil presiden dibatalkan. Jika itu terjadi, maka kemungkinan status Gibran sebagai bakal cawapres yang belum mencapai usia 40 tahun bisa terancam.

Jimly menyatakan bahwa hasil dari sidang MKMK akan diumumkan pada tanggal 7 November 2023 mendatang.

Namun, di sisi lain, meskipun status Gibran dalam situasi yang tidak pasti, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran merupakan pasangan yang paling banyak dipilih oleh penduduk Jawa Timur.

Menurut Lembaga Survei Polling Institute, duet pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendapat banyak dukungan dari masyarakat di Provinsi Jawa Timur.

Menurut Peneliti Polling Institute, Kennedy Muslim, hasil survei tersebut didasarkan pada periode 25-28 Oktober 2023 dan menunjukkan elektabilitas pasangan tersebut di berbagai wilayah.

Berdasarkan simulasi di Jawa Timur, pasangan Prabowo-Gibran mendominasi dengan meraih 33.0 persen suara. Mereka unggul atas pasangan Anies-Imin dengan 26,5 persen dan pasangan Ganjar-Mahfud dengan 25,3 persen.

Salah satu faktor utama keunggulan Prabowo-Gibran di Jawa Timur adalah dukungan kuat yang mereka terima dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi memiliki basis yang kuat, terutama di kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Kennedy, faktor ini dapat dijelaskan oleh popularitas Jokowi di kalangan NU akar rumput di Jatim. Adanya dukungan kuat dari Jokowi telah mendorong pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan dukungan luas dari masyarakat Jawa Timur, diperkuat oleh kedekatan Menteri Pertahanan dengan tokoh-tokoh NU.

Beberapa tokoh NU, seperti Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dan Gus Miftah, telah secara tegas menyatakan dukungan mereka terhadap Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Dukungan ini berpotensi besar untuk mendongkrak elektabilitas pasangan tersebut di Jawa Timur.

Dengan faktor-faktor tersebut, Prabowo-Gibran tetap menjadi pilihan yang kuat di Jawa Timur, terutama karena hubungan dekat mereka dengan tokoh-tokoh Islam di wilayah tersebut.(mg-3/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow