SPPG Polres Tulungagung Jadi Rujukan Daerah Tetangga hingga Negara Jepang, Raih Sertifikat SLHS Pertama
Tulungagung, (afederasi.com) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung kini menjadi rujukan percontohan bagi sejumlah daerah tetangga bahkan hingga negara Jepang. Keberhasilan fasilitas dapur sehat ini meraih Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Tulungagung menjadikannya sebagai SPPG pertama yang memenuhi standar kebersihan dan sanitasi secara nasional.
Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan Budiman, mengatakan, sertifikat tersebut merupakan bentuk pengakuan resmi dari pemerintah daerah bahwa SPPG Polres Tulungagung layak secara higiene dan sanitasi, mulai dari proses pengolahan bahan makanan hingga pembuangan limbah akhir.
“Dengan adanya SLHS ini, semua tahapan pengolahan makanan di SPPG telah sesuai dengan standar kesehatan. Hal ini juga menjadi wujud dukungan kami terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencetak generasi bangsa yang sehat dan kuat,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Kompol Arie menambahkan, berkat keberhasilan tersebut, SPPG Polres Tulungagung kini menjadi lokasi studi banding bagi sejumlah instansi dari daerah lain, seperti Polres Blitar dan Trenggalek. Bahkan, perwakilan dari Jepang juga pernah berkunjung secara langsung untuk meninjau sistem pemenuhan gizi yang diterapkan.
“Banyak yang datang untuk belajar, baik dari sisi manajemen, sistem kerja dapur, maupun model bangunan yang efisien dan higienis,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabag Log Polres Tulungagung Kompol Siswanto menjelaskan bahwa selain studi banding, beberapa instansi juga mengirimkan personelnya untuk magang secara resmi di SPPG Tulungagung.
“Para peserta magang kami ajarkan seluruh proses kerja, mulai dari persiapan bahan, memasak, pemorsian, pendistribusian, hingga pencucian alat makan. Semua dilakukan dengan standar kebersihan tinggi,” paparnya.
Dari hasil pantauan di lokasi, SPPG Polres Tulungagung memiliki area dapur yang luas, bersih, dan tertata rapi. Sistem pembuangan air limbah dibuat dengan saluran khusus di beberapa titik, sehingga air bekas memasak dapat mengalir langsung ke saluran tertutup tanpa mencemari lingkungan.
Dari pantauan afederasi.com, setiap makanan yang sudah matang didinginkan menggunakan kipas besar sebelum dikemas agar tetap steril. Pada hari itu, menu yang disajikan meliputi nasi, telur puyuh bacem, tempe katsu, sayur bening jagung, dan buah semangka.
Adapun jumlah porsi yang didistribusikan mencapai 2.669 sajian, ditujukan bagi anak-anak PAUD/KB, pelajar SMK, balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi berusia 6–11 bulan.
Dengan berbagai capaian tersebut, SPPG Polres Tulungagung kini bukan hanya menjadi dapur pemenuhan gizi, melainkan juga model nasional dalam penerapan dapur sehat berstandar higienis yang menginspirasi daerah lain hingga tingkat internasional.(dn)
What's Your Reaction?



