Mengayuh Asa di Jalanan Jombang: Ketangguhan Rendy, Ibu Tunggal Pengemudi Ojol

21 Dec 2025 - 16:30
Mengayuh Asa di Jalanan Jombang: Ketangguhan Rendy, Ibu Tunggal Pengemudi Ojol
Rendy Ferbi Cahyana (36), Driver ojol Jombang saat ditemui dirumahnya, Minggu(21/12/2025).(Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Ketika sebagian orang masih terlelap, Rendy Ferbi Cahyana (36) sudah bersiap menjemput hari. Subuh belum sepenuhnya merekah saat ia berdiri di halaman rumahnya di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Jaket hijau pengemudi ojek online (ojol) telah melekat di tubuhnya, helm tergenggam, dan ponsel siap di tangan.

Namun, sebelum menekan tombol online, ada satu hal yang tak pernah ia lewatkan: memastikan kedua buah hatinya berangkat sekolah dengan aman. Bagi Rendy, itulah ritual paling penting sebelum menantang jalanan.

Sejak 2018, perempuan tangguh ini menjadikan ruas-ruas jalan Jombang sebagai ruang pengabdian. Di balik kemudi Honda Beat-nya, Rendy bukan sekadar mengejar penghasilan, melainkan menunaikan peran ganda sebagai tulang punggung keluarga sekaligus ibu yang hadir sepenuh hati.

Sebelum menjadi pengemudi ojol, Rendy adalah ibu rumah tangga. Ia bahkan pernah merasakan dunia modeling, meski kini tinggal kenangan samar. Hidupnya berubah drastis sejak sang suami meninggal dunia pada 2016. Sejak itu, ia harus berdiri tegak seorang diri, menghidupi dan membesarkan dua anak tanpa pendamping.

Pilihan menjadi pengemudi ojol bukan keputusan instan. Rendy menimbang matang-matang, hingga akhirnya menjatuhkan pilihan pada pekerjaan yang memberinya fleksibilitas waktu.
“Pekerjaan ini memberi saya keleluasaan. Saya tetap bisa mengurus anak-anak,” ujarnya kepada afederasi.com di kediamannya, Minggu (21/12/2025).

Rutinitasnya dimulai pukul 04.30 WIB. Ia berbenah rumah, memasak, dan menyiapkan keperluan sekolah anak-anak. Sekitar pukul 07.00 WIB, setelah mereka berangkat, Rendy mulai online dan menerima pesanan pertama.

Hampir tanpa hari libur, ia menyusuri jalanan Jombang hingga sore. Warung Ojol Kamtibmas di Jalan Hasyim Asy’ari, Kelurahan Kaliwungu, kerap menjadi persinggahan untuk beristirahat, makan, dan beribadah. Menjelang pukul 18.00 WIB, Rendy pulang, melepas jaket ojol, dan kembali menjadi ibu seutuhnya di rumah.

“Kalau sudah Magrib, saya pastikan di rumah. Malam waktunya untuk anak-anak belajar dan berbincang,” tuturnya. Dukungan keluarga, terutama keberadaan ibunya, menjadi penguat langkahnya.

Bertahun-tahun di jalan, Rendy mengantongi beragam kisah dari penumpang ramah hingga pengalaman pahit. Pernah pula ia menghadapi penumpang yang bersikap tak nyaman atau membayar kurang dari tarif.
“Sempat takut, tapi saya tidak bisa berhenti. Anak-anak tetap harus makan dan sekolah,” katanya tegar.

Penghasilan ojol yang tak menentu tak menyurutkan syukurnya. Di hari ramai, ia bisa membawa pulang lebih dari Rp100 ribu; di hari sepi, setiap order menjadi penopang harapan. Baginya, setiap kilometer yang ditempuh adalah bukti tanggung jawab pada keluarga.

Di momentum Hari Ibu, Rendy anggota komunitas Ojek Online Srikandi Kabupaten Jombang menyampaikan pesan bagi sesama perempuan pejuang. “Untuk semua ibu hebat, tetap kuat dan jangan menyerah. Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk masa depan anak-anak,” ucapnya.

Mimpinya sederhana: kesehatan, kekuatan, dan kesempatan menyaksikan anak-anaknya tumbuh. “Selama masih sehat, saya akan terus berusaha,” pungkasnya dengan senyum penuh keyakinan.

Kisah Rendy adalah potret ketangguhan ibu tunggal di Indonesia dengan segala keterbatasan, ia terus melaju, mengemudi harapan menuju hari esok yang lebih baik bagi buah hatinya. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow