Sinergi Pemkab Tulungagung dan FTP UB, Inovasi Mahasiswa untuk Membangun Desa
Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) bersinergi dalam Program Mahasiswa Membangun Desa. Program ini dimulai dengan pelepasan ratusan mahasiswa FTP UB di halaman Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Selasa (9/7/2024).
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, mengungkapkan bahwa kerjasama ini bermula pada Maret 2024, ketika FTP UB mendatangi Pemkab Tulungagung untuk menjalin kerjasama. Setelah melakukan pendalaman, Pemkab Tulungagung menyetujui program tersebut.
“Mahasiswa FTP UB akan membentuk kelompok dan menciptakan alat inovatif yang dapat membantu masyarakat desa,” jelas Heru, Selasa (9/7/2024).
Sebanyak 828 mahasiswa FTP UB diterjunkan ke 45 desa/kelurahan di 14 kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Selain melepas mahasiswa, Pemkab juga menyaksikan Expo Inovasi Program Mahasiswa Membangun Desa di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
“Total ada 45 desa di 14 kecamatan yang menjadi lokasi program ini,” tegas Heru.
Inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa diharapkan dapat diadopsi oleh desa-desa dengan biaya pembuatan yang terjangkau, tidak lebih dari Rp 10 juta. “Alat yang paling mahal hanya Rp 8 juta. Artinya, bisa diadopsi oleh desa menggunakan dana desa,” tambah Heru.
Setelah pelepasan, para mahasiswa akan kembali ke desa untuk membantu masyarakat mengembangkan, merawat, dan memanfaatkan alat yang telah diciptakan. Heru berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulan untuk pengembangan wilayah dan alat-alat tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut oleh Badan Riset Daerah (BRIDA) Pemkab Tulungagung.
“Mahasiswa akan berada di desa/kelurahan selama dua minggu untuk memastikan alatnya bisa digunakan dan dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Yusuf Hendrawan, menyatakan bahwa kerjasama ini berjalan dengan baik dan berharap peran akademisi tidak hanya terbatas pada penelitian dan publikasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pembuatan alat-alat inovatif.
“Kami ingin menjadi tempat riset dan pengembangan bagi masyarakat, termasuk masyarakat Tulungagung. Masalah yang ada di masyarakat bisa diselesaikan melalui riset dan pengembangan ini,” tegasnya.. (dn)
What's Your Reaction?



