Siapa Haji Isam, Pengusaha Tambang Kalimantan yang Mengadu ke Dewan Pers

Haji Isam, yang memiliki nama asli Andi Syamsuddin Arsyad, adalah seorang pengusaha sukses yang lahir pada tahun 1968 di Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

14 Sep 2023 - 09:19
Siapa Haji Isam, Pengusaha Tambang Kalimantan yang Mengadu ke Dewan Pers
Sosok Haji Isam atau Syamsudin Andi Arsyad, Crazy Rich Kalimantan Selatan (instagram/lianajhonlin12)

Kalimantan Selatan, (afederasi.com) - Haji Isam, yang memiliki nama asli Andi Syamsuddin Arsyad, adalah seorang pengusaha sukses yang lahir pada tahun 1968 di Batu Licin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Ia berasal dari keluarga pengusaha yang telah lama bergerak di bidang perdagangan dan perkebunan, memberikan landasan kuat untuk karier bisnisnya.

Pendidikan dasar dan menengah Haji Isam ditempuh di kampung halamannya sebelum ia melanjutkan pendidikan tinggi di Banjarmasin. Sejak muda, tekadnya untuk sukses dalam dunia bisnis sudah tampak jelas.

Haji Isam memulai karier bisnisnya sebagai seorang pedagang beras bersama ayahnya. Namun, tahun 1997 menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya ketika ia mendirikan PT Jhonlin Baratama, sebuah perusahaan yang fokus pada eksplorasi, penambangan, dan pemasaran batu bara. Perusahaan ini menjadi pondasi awal dari Jhonlin Group yang berkembang pesat.

Dibawah kepemimpinan Haji Isam, Jhonlin Group telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Pada tahun 2019, nilai asetnya mencapai Rp 15 triliun, mencerminkan keberhasilan visi dan inovasi yang ia bawa ke dunia bisnis. Prestasi ini juga diakui oleh berbagai penghargaan dari pemerintah dan lembaga terkemuka.

Selain kesuksesannya di dunia bisnis, Haji Isam juga terlibat aktif dalam organisasi sosial dan keagamaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Haji Indonesia (IKHAJI) Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi pada masyarakat dan keagamaan.

Namun, belakangan ini, nama Haji Isam mencuat ke permukaan karena konflik dengan salah satu media ternama, Tempo. Pada Agustus 2023, Haji Isam melaporkan Tempo ke Dewan Pers. Ia merasa dirugikan oleh pemberitaan Tempo yang mengungkap dugaan penggelapan pajak oleh PT Jhonlin Baratama, salah satu anak usaha Jhonlin Group.

Haji Isam mengambil langkah tegas dengan meminta Tempo untuk meminta maaf melalui 15 media nasional cetak, elektronik, dan online, masing-masing dua kali penerbitan dalam bentuk iklan terbuka. Ia juga mengindikasikan kesiapannya untuk menyelesaikan konflik ini melalui jalur hukum pidana maupun perdata jika penyelesaian di Dewan Pers tidak memuaskan. Konflik ini menjadi sorotan publik yang menunjukkan bahwa meskipun kesuksesan bisnisnya, Haji Isam juga harus menghadapi tantangan yang kompleks dalam menjaga reputasi perusahaannya.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow