Puncak Program Scuba, Puluhan Penyandang Disabilitas unjuk Hasil Jahitan dalam Inagurasi

Beragam hasil menjahit peserta pelatihan bagi penyandang disabilitas ditampilkan dengan bangga dalam inagurasi SCUBA (Skill Up Incubator) yang diadakan di Fablab Jababeka.

14 Sep 2023 - 09:27
Puncak Program Scuba, Puluhan Penyandang Disabilitas unjuk Hasil Jahitan dalam Inagurasi
Beragam hasil menjahit peserta pelatihan menjahit bagi penyandang disabilitas ditampilkan bersama dalam inagurasi SCUBA.

Bekasi, (afederasi.com) - Beragam hasil menjahit peserta pelatihan bagi penyandang disabilitas ditampilkan dengan bangga dalam inagurasi SCUBA (Skill Up Incubator) yang diadakan di Fablab Jababeka. Acara ini adalah puncak dari program SCUBA yang telah diikuti oleh 19 peserta dari dua batch yang dimulai pada 20 Juni hingga 21 Agustus 2023. Selama 26 kali pertemuan dengan total 104 jam, peserta telah mengasah keterampilan mereka dengan tekun.

Acara inagurasi SCUBA menjadi momen meriah yang memamerkan hasil karya peserta, termasuk tas, blouse, kemeja, rok, dan celana panjang yang dihasilkan dari tangan mereka yang penuh dedikasi. Melalui fashion show yang menarik, peserta dengan bangga memperlihatkan jahitan mereka kepada para tamu istimewa, termasuk perwakilan Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, perwakilan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI) Kabupaten Bekasi, perwakilan tenant Kawasan Industri Jababeka Dexa Group dan PT Mane Indonesia, serta SLB Wijaya Kusumah. Para ibu Ketua PKK Desa sekitar Kawasan Industri Jababeka juga turut hadir sebagai tamu penting.

SCUBA, yang dijelaskan oleh Head of city council Jababeka, Mayjen TNI (Purn) Sumardi, adalah program unggulan yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar Kawasan Industri Jababeka melalui pemberian pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. Program ini tidak hanya membatasi pesertanya dari desa sekitar Jababeka, tetapi juga menyambut penyandang disabilitas dari luar kawasan, seperti Cibitung dan Tambun.

Sumardi berharap bahwa ilmu yang diberikan selama pelatihan akan membawa dampak besar dan positif dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan berkualitas, terutama bagi penyandang disabilitas. "Kami juga berharap ilmu yang telah diberikan bisa terus dilatih dan diaplikasikan bagi pengembangan keterampilan yang berpotensi untuk menambah penghasilan. Dan kami harap keterampilan mereka nantinya juga dapat dilirik oleh dunia industri," ungkap Sumardi.

Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Jababeka memberikan mesin jahit portable, kain, dan peralatan menjahit lainnya kepada 19 peserta yang telah mengikuti pelatihan menjahit. Hal ini bertujuan agar mereka dapat terus mengasah keterampilan menjahit mereka dan bahkan membuka usaha jahitan di rumah. Tujuannya sederhana: meningkatkan pendapatan mereka dan membantu mereka mencapai kemandirian ekonomi.

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HDWI) Kabupaten Bekasi, Rani Mei Lestari, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Jababeka atas upaya mereka dalam memfasilitasi penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit. Hasilnya sungguh luar biasa, dengan peserta mampu menghasilkan berbagai produk jahitan seperti baju, blouse, dan celana panjang, yang kini dipamerkan dalam acara inagurasi.

Rani Mei Lestari berharap bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada pelatihan saja, melainkan akan berlanjut dengan fokus pada pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas. Dengan begitu, Kabupaten Bekasi dapat menjadi tempat yang lebih inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Jababeka atas kontribusi mereka dalam memberikan pelatihan menjahit serta bantuan berupa mesin jahit dan bahan-bahan pendukungnya. Ia berharap program ini dapat terus berkembang ke wilayah lain, tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pembinaan yang intensif, termasuk bantuan dalam pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh peserta.

"Pelatihan ini sudah berjalan dengan baik, harapan besar kami, ke depan bekerja sama dengan Pemkab Bekasi, program ini tidak hanya berhenti pada warga di sekitar kawasan Jababeka saja. Karena, untuk warga difabel di hampir 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi ada warga difabel. Sehingga bisa meringankan beban dan mereka bisa kelak mandiri," kata Endin Samsudin dengan semangat.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow