Saraf Kejepit dan Skoliosis Dapat Ditangani dengan Teknologi Robot, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Rizki Gatam

Teknologi kedokteran di Indonesia terus berkembang pesat. Baru-baru ini, Indonesia menjadi tuan rumah bagi robot operasi navigasi tulang belakang yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara.

12 Sep 2023 - 12:16
Saraf Kejepit dan Skoliosis Dapat Ditangani dengan Teknologi Robot, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Rizki Gatam
dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine dan penanganan saraf kejepit dan skoliosis berteknologi robot. (Dok: Istimewa)

Jakarta, afederasi.com - Teknologi kedokteran di Indonesia terus berkembang pesat. Baru-baru ini, Indonesia menjadi tuan rumah bagi robot operasi navigasi tulang belakang yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara. Robot canggih ini berasal dari Amerika Serikat dan membawa berbagai kemajuan dalam penanganan masalah tulang belakang, terutama operasi saraf kejepit.

Salah satu dokter unggulan di Indonesia yang memanfaatkan teknologi ini adalah dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K) Spine. Dr. Rizki Gatam merupakan seorang spesialis tulang belakang yang telah menyelesaikan studi kedokteran subspesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan melanjutkan pendidikan internasionalnya di beberapa negara, termasuk Singapura, Korea, dan Jerman. Keahliannya terutama terfokus pada penanganan saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) serta operasi skoliosis derajat ringan hingga kompleks.

Saraf kejepit atau HNP adalah kondisi yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, namun, yang paling umum adalah penjepitan dari bantalan ruas tulang belakang. Daerah yang sering terpengaruh adalah leher dan pinggang. Gejalanya meliputi nyeri yang menjalar dari leher hingga tangan, sensasi kebas, kesemutan, hingga sensasi terbakar yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Beberapa pasien menggambarkan sensasi seperti salah bantal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika saraf yang terjepit berada di area pinggang, gejala bisa menjalar hingga paha bahkan jari kaki. Pasien mungkin merasakan kebas, kesemutan, kesulitan berjalan, hingga masalah buang air kecil.

Dalam penanganan saraf kejepit, dokter biasanya menggunakan MRI tulang belakang untuk menilai tingkat keparahan. Jika diperlukan, operasi saraf kejepit bisa dilakukan dengan berbagai metode, termasuk metode endoskopi atau dengan bantuan teknologi robot navigasi tulang belakang.

Menurut dr. Rizki Gatam, "Teknologi robot navigasi tulang belakang sangat disarankan untuk jenis saraf kejepit yang memerlukan pemasangan implan atau bantalan artifisial. Selain itu, untuk operasi skoliosis, teknologi ini memungkinkan penempatan implan atau sekrup dengan akurasi hingga 99%, serta mengurangi risiko pendarahan dan kelumpuhan, sehingga membuat operasi skoliosis menjadi lebih aman."

Namun, dokter ini juga menegaskan bahwa tidak semua kasus saraf kejepit memerlukan teknologi robotik. Untuk kasus yang lebih ringan, metode operasi endoskopi minim sayatan seperti PELD dan BESS bisa menjadi pilihan yang efektif. Dalam metode ini, hanya diperlukan sayatan kecil sekitar 0,8 cm, yang memungkinkan penggunaan pipa seukuran sedotan untuk mencapai bantalan tulang yang menjepit saraf. Teknik ini terbukti aman, bahkan pasien tertua yang pernah dioperasi menggunakan metode ini berusia 92 tahun dan dapat beraktivitas ringan hanya dalam beberapa hari setelah operasi.

Dokter Rizki Gatam berpraktik di beberapa rumah sakit ternama, termasuk Eka Hospital BSD, RS Premier Bintaro, dan RSUP Fatmawati. Dengan keahliannya dalam penanganan saraf kejepit dan skoliosis, serta pilihan metode operasi yang bervariasi, pasien-pasien di Indonesia memiliki akses yang lebih baik ke perawatan yang sesuai dengan kondisi mereka.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow