RSUD dr. Iskak Tawarkan Layanan Unggulan Pencegahan Stunting Dengan Terapi Nutrisi Anak

RSUD dr. Iskak Tawarkan Layanan Unggulan Pencegahan Stunting Dengan Terapi Nutrisi Anak
petugas di poli anak saat mempersiapkan timbangan bayi untuk mengetahui BB bayi (humas for afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) - Berbagai upaya penanganan kesehatan terus dilakukan oleh RSUD dr. Iskak Tulungagung. Rumah Sakit (RS) berplat merah ini tawarkan layanan unggulan untuk pencegahan stunting dengan terapi nutrisi anak.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Novi Evridayanti, Sp. A mengatakan poli anak RSUD dr. Iskak telah  berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan terapi nutrisi terhadap anak yang terindikasi stunting.

Saat ini setidaknya ada sekitar 10 pasien anak yang terindikasi stunting yang memeriksakan diri ke poli anak RSUD dr. Iskak dalam setiap harinya.

"10 pasien ini merupakan hasil screning dari posyandu dan puskesmas. Kemudian dirujuk ke kami," ujarnya Senin (26/9/2022). 

Screning yang dilakukan antara lain seperti  perkembangan tumbuh kembang balita, hingga status gizi pasien. Jika didapati ada indikasi stunting, maka akan dilakukan treatment dengan pemberian pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK).

Dimana pemberian PKMK ini berupa pemberian susu berkalori tinggi untuk pasien terindikasi stunting.

Tak hanya itu, di dalam terapi nutrisi ini, lanjut Novi poli anak juga bekerja sama dengan instalasi gizi untuk membuat menu sekaligus jadwal diet bagi pasien. Ini dilakukan untuk pemenuhan gizi si pasien.

“Jadi setelah pasien dilakukan pemeriksaan barulah kami menentukan nutrisi apa yang tepat bagi pasien agar lulus dari kondisi stunting," katanya.

Petugas gizi akan membuat jadwal menu makan. Mulai penghitungan konsumsi protein, kalori, maupun yang lainnya.

Lanjut Novi, selama menjalani terapi nutrisi dokter akan bekerja sama dengan bidan desa untuk memonitoring dan evaluasi. Apakah ada efek samping tertentu dari hasil terapi nutrisi atau ada perubahan kondisi pada si pasien.

“Karena ini susu kalori tinggi, efek paling sering saat awal terapi biasanya diare. Namun seiring berjalannya waktu tubuh bisa menyesuaikan," tambahnya.

Selain berfokus pada terapi nutrisi pasien, Poli Anak juga akan berkoordinasi dengan poli tumbuh kembang untuk melihat beberapa aspek perkembangan si anak. Mulai dari perkembangan motorik kasar, motorik halus, hingga perkembangan sosial si anak. (er/dn)