Ribuan PPPK Paruh Waktu Banyuwangi Donasikan Bibit Pohon untuk Reboisasi

29 Dec 2025 - 04:51
Ribuan PPPK Paruh Waktu Banyuwangi Donasikan Bibit Pohon untuk Reboisasi
Penerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu sumbang pohon. (Humas Pemkab)

Banyuwangi, (afederasi,com) - Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Banyuwangi menunjukkan wujud rasa syukur mereka dengan cara yang berbeda. Usai menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (28/12/2025), para PPPK tersebut berinisiatif mendonasikan bibit pohon untuk mendukung program reboisasi yang terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Gerakan donasi bibit ini diikuti oleh seluruh PPPK paruh waktu yang baru diangkat. Masing-masing pegawai menyumbangkan satu bibit pohon buah berbatang keras, seperti alpukat, durian, dan manggis. Dari inisiatif tersebut, ditargetkan terkumpul sebanyak 4.888 bibit pohon.

“Ini sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus kontribusi nyata kami untuk menjaga lingkungan,” ujar Lidya, salah satu penerima SK PPPK Paruh Waktu.

Bibit-bibit pohon tersebut dikumpulkan melalui Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi. Proses pengumpulan akan berlangsung hingga 15 Januari 2026 mendatang, sebelum kemudian disalurkan untuk program konservasi lingkungan.

Pemilihan bibit pohon buah dinilai memiliki manfaat ganda. Selain berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat vegetasi lahan, tanaman buah juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi penanaman.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi inisiatif para PPPK paruh waktu tersebut. Menurutnya, gerakan donasi bibit ini sejalan dengan komitmen Pemkab Banyuwangi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pemkab Banyuwangi setiap tahun rutin melakukan konservasi lahan dengan menanam puluhan ribu pohon, terutama di kawasan hulu dan lahan-lahan kritis. Upaya ini penting untuk menjaga vegetasi, sekaligus sebagai langkah mitigasi bencana,” kata Ipuk.

Ipuk menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan.

“Konservasi lingkungan harus dilakukan bersama-sama. Donasi bibit dari teman-teman PPPK paruh waktu ini sangat membantu program penghijauan. Selain mengurangi risiko bencana, lingkungan yang hijau juga menjamin kualitas udara dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Ilham Juanda menjelaskan, bibit pohon hasil donasi tersebut akan dimanfaatkan untuk reboisasi di lahan-lahan kritis serta kawasan hulu. Pada tahun 2026, Pemkab Banyuwangi juga telah menyiapkan tambahan sekitar 30 ribu bibit pohon untuk mendukung program serupa.

“Penanaman bisa mulai dilakukan Januari 2026. Ada tiga kecamatan yang menjadi prioritas, yakni Songgon, Kalibaru, dan Glenmore. Namun kecamatan lain tetap akan mendapatkan alokasi,” pungkasnya. (ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow