Revitalisasi Museum Hidup R. Roestamadji, Menghidupkan Kembali Sejarah Polres Trenggalek
Trenggalek, (afederasi.com) - Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono, meresmikan revitalisasi Museum Hidup R. Roestamadji dalam sebuah acara seremonial dengan penandatanganan prasasti pada Jumat (12/7/2024).
Dalam sambutannya, AKBP Gathut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kombes Pol Didit Bambang Wibowo, yang telah menginisiasi dan membangun museum tersebut saat menjabat sebagai Kapolres Trenggalek periode 2017-2019.
“Koleksi yang sudah ada kami tambah dengan menggali lebih dalam catatan sejarah Polres Trenggalek serta sosok AKP R. Roestamadji. Total ada 32 koleksi yang berhasil kami kumpulkan dan akan terus bertambah seiring waktu,” jelasnya.
Museum Hidup R. Roestamadji tidak hanya berfungsi sebagai pengingat dan teladan bagi generasi muda, tetapi juga sebagai wujud penghargaan atas perjuangan dan dedikasi AKP R. Roestamadji dalam membangun Kepolisian di Trenggalek.
Nama 'Museum Hidup' dipilih karena sejarah yang diabadikan di dalamnya akan terus "hidup" dan menjadi pelajaran bagi generasi yang masih hidup.
“Sejarah tidak pernah mati. Dia akan terus 'Hidup' dan menjadi catatan masa lalu serta pengalaman baik dan buruk bagi yang masih 'Hidup',” tambahnya.
Museum ini ditempatkan pada lokasi strategis di lingkungan Mapolres Trenggalek, sehingga masyarakat bisa melihat dan belajar langsung dari setiap cerita yang terbangun pada barang-barang yang disimpan sambil tetap menjalankan aktivitasnya.
Selain mengumpulkan koleksi baru, AKBP Gathut juga menyebutkan bahwa pihaknya menerbitkan sebuah buku katalog yang tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai proyektor yang menjelaskan perjalanan sejarah AKP Roestamadji serta keterangan detail tentang barang-barang di dalam museum agar catatan sejarah tersebut tidak hilang begitu saja.
Museum R. Roestamadji menyimpan sejumlah koleksi barang-barang pribadi AKP R. Roestamadji serta benda-benda operasional kepolisian masa penjajahan Belanda seperti pakaian dinas Polri, sepeda angin, tas kerja, pet dinas Polri, tempat minum, sepatu kanvas, sabuk kulit, kopel kulit, buku agenda kerja, bolpoin, peta lokasi, buku catatan kerja, pedang, helm baja, telepon, borgol, radio, dan hiasan meja Garuda Pancasila.
“Semoga langkah kecil ini membawa manfaat bagi seluruh anggota dan masyarakat Kabupaten Trenggalek serta menumbuhkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap kepolisian, khususnya Polres Trenggalek,” pungkasnya. (pb/dn)
What's Your Reaction?



