Renovasi Sekolah Rakyat di Gresik Dikebut, Rampung Akhir Juli
Gresik, (afederasi.com) - Proyek renovasi Sekolah Rakyat (SR) program Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Gresik, Jawa Timur terus dikebut. Dari denah yang ada Sekolah Rakyat ini akan dilengkapi 20 jenis ruang dan fasilitas penunjang.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab Gresik) menargetkan gedung Sekolah Rakyat yang menempati gedung eks SMPN 30 kecamatan Sidayu rampung akhir Juli dan siap digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar pada awal Agustus mendatang.
Sejumlah perbaikan yang sedang dikebut diantaranya pembangunan pondasi asrama, fasilitas kamar mandi dan beberapa fasilitas penunjang lainnya lainnya.
Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCKPKP) Gresik, Ida Lailatusa’diyah, menjelaskan bahwa renovasi baru dimulai Sabtu kemarin. Meski waktu pengerjaan cukup singkat, pihaknya optimis seluruh pekerjaan bisa selesai sesuai target.
“Kami mulai Sabtu kemarin. Menambal dinding rusak, mengecat, memperbaiki ventilasi dan jendela juga sudah jalan. Sekarang mulai membangun pondasi untuk asrama,” jelas Ida, Senin (07/07/2025).
Ida lebih lanjut menerangkan, ada beberapa penyesuaian teknis yang dilakukan di lapangan. Salah satunya adalah perubahan letak kamar mandi putri, yang semula berada di luar ruangan kini dipindah ke dalam asrama. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan keamanan siswa.
“Jadi kalau malam hari, anak-anak tidak perlu keluar asrama hanya untuk ke kamar mandi. Lebih aman dan nyaman,” terang Ida.
Fasilitas yang akan tersedia di Sekolah Rakyat ini, sebut Ida, terbilang lengkap. Di antaranya ada pos keamanan, rumah dinas penjaga, kantor, laboratorium, asrama putri dan putra, ruang pengasuh, perpustakaan, ruang makan, dapur, lapangan olahraga (futsal, voli, dan basket), mushola, hingga tempat cuci.
“Kami pantau terus perkembangannya. Kalau ada yang perlu disesuaikan di lapangan, akan langsung kami tindak lanjuti. Harapannya, nanti siswa bisa belajar dengan nyaman,” ungkap Ida.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr Ummi Khoiroh, menyebutkan bahwa sebanyak 75 siswa Sekolah Rakyat sudah menjalani tahap sosialisasi. Mereka merupakan siswa tingkat SMA yang telah diseleksi dan siap menjalani pembelajaran mulai awal Agustus 2025.
“Sekarang tinggal menunggu logistik dari Kemensos. Seperti seragam dan perlengkapan sekolah lainnya,” jelas Ummi.
Untuk kegiatan belajar mengajar, ungkap Ummi, telah disiapkan sebanyak tenaga pengajar, sebanyak 22 guru tenaga pengajar. Sedangkan dari hasil seleksi, Rangga terpilih sebagai Kepala Sekolah dan saat ini sedang mengikuti kegiatan retret di Jakarta.(frd)
What's Your Reaction?



