Refleksi 2025 HKTI Jombang: Kolaborasi dan Inovasi untuk Petani Lebih Sejahtera

05 Jan 2026 - 11:03
Refleksi 2025 HKTI Jombang: Kolaborasi dan Inovasi untuk Petani Lebih Sejahtera
Hasan Sholahudin Sekretaris HKTI Jombang saat di temui di rumahnya, Senin(05/01/2026). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Memasuki awal tahun 2026, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Jombang melakukan refleksi mendalam atas perjalanan organisasi sepanjang 2025. Tema besar yang diusung adalah "Petani Jombang Sejahtera untuk Semua", yang menjadi landasan berbagai program dan advokasi di tahun lalu serta menjadi pijakan strategis untuk aksi di tahun ini.

"Tahun 2025 adalah tahun konsolidasi dan kolaborasi. Kami fokus pemberdayaan petani desa hutan tanam tanaman sorgum, memfasilitasi dengan pengusah pembibitan jagung sehingga petani bisa menanam jagung dari bantuan benih jagung tersebut .

Target kami bukan sekadar panen melimpah, tapi nilai tambah dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan petani, dari pemilik lahan hingga buruh tani," papar Hasan Sholahudin , Sekretaris  HKTI Kabupaten Jombang, dalam siaran persnya, Rabu (05/01/2026).

Beberapa capaian yang menjadi fondasi kesejahteraan petani Jombang di antaranya:

1.    Pendampingan  Petani desa hutan di Jombang. 

2.    Advokasi Harga dan Akses Pasar.

3.    Sekolah Lapang teknis terkait tanaman sorgum.

4.    Pendampingan bantuan alsintan dari Kementan RI  untuk kelompok tani. .

Di balik capaian tersebut, sejumlah tantangan masih menghadang. Keterbatasan akses modal usaha tani yang fleksibel, fluktuasi harga saprodi (sarana produksi), dan alih fungsi lahan pertanian subur menjadi perhatian serius. Selain itu, regenerasi petani muda juga perlu dipercepat.

"Masih ada kesenjangan antara petani yang sudah maju dengan yang masih bertahan dengan cara konvensional. Semangat 'untuk semua' dalam visi kami menuntut pendekatan yang lebih inklusif dan personal," tambah Hasan.

Berdasarkan refleksi tersebut, HKTI Jombang menetapkan prioritas program 2026 yang lebih konkret:

1.    Program "Petani Muda Wirausaha": Menarik minat generasi muda dengan paket pendampingan komprehensif dari hulu ke hilir, termasuk teknik pertanian modern, pemasaran digital, dan kewirausahaan.

2.    Perluasan Kemitraan Off-taker: Memperkuat kontrak kemitraan yang adil antara kelompok tani dan perusahaan pengolah hasil pertanian (off-taker) untuk menjamin stabilitas harga dan penyerapan hasil panen.

3.    Advokasi Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B): Bekerja sama dengan DPRD dan Pemerintah Daerah untuk memperkuat regulasi yang melindungi lahan produktif dari alih fungsi masif.

"Tahun 2026 harus menjadi tahun lompatan. Kesejahteraan petani adalah fondasi ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di Jombang.

Dengan semangat gotong royong dan adaptasi teknologi, kami yakin cita-cita 'Petani Jombang Sejahtera untuk Semua' bukan sekadar mimpi, tetapi tujuan yang bisa kita raih bersama," pungkas Hasan Sekretaris HKTI Jombang menutup pernyataannya.

HKTI mengajak seluruh stakeholder, mulai dari pemerintah, swasta, media, hingga masyarakat luas, untuk bersama-sama mendorong terwujudnya pertanian Jombang yang lebih maju, mandiri, dan berkeadilan di tahun 2026.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow