Puluhan Nenek Gembira Dapat Door Prize Sabun Cuci dan Nasi Kotak
Gresik, (afederasi.com) - Puluhan lansia di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, antusias mengikuti program Senam Lansia Sehat. Senam lansia digelar setiap Jum'at pagi, di halaman wisata desa setempat. Senam lansia, diikuti lansia tertua berusia 80 tahun. Menariknya, usai senam, para peserta mendapatkan door prize sabun mandi dan cuci plus nasi kotak.
Efek atau dampak positif senam lansia ini, tak hanya sehat dan bugar, namun juga para lansia bahagia. Pasalnya sebagai ajang reuni bisa bertemu dengan teman teman lama, saling curhat dan bisa menghilangkan stres.
"Program senam lansia ini, sangat positif, bisa menjadi obat buat para lansia. Kenapa menjadi obat, karena bisa reuni bertemu melepas kangen rindu teman-teman lama, " ungkap Utari, istri Kepala Desa Munggugianti, yang rutin mendampingi para lansia mengikuti senam pagi, pada Jum'at (14/11/25).
Menariknya, selain sehat dan bahagia peserta lansia juga mendapatkan door prize berupa sabun cuci baju, dan sabun cuci piring. Bahkan, mendapatkan jatah nasi kotak, air mineral, Snack, polo pendem, dan buah.
"Dikasih door prize dan makanan gratis, supaya banyak lansia yang ikut senam untuk menjaga kesehatan di hari tua, " jelas Utari, selalu pembina kader kesehatan Desa Munggugianti.
Sementara, Fathur Roji, Kepala Desa Munggugianti, menegaskan
senam lansia Desa Munggugianti, jumlah keseluruhan 250 orang lansia, namun yang aktif 50 org.
Kegiatan senam lansia, digelar setiap hari jumat pagi, yang diikuti peserta rata-rata dari usia 45 tahun hingga usia 80 tahun. Program senam lansia sudah berjalan satu tahun ini.
"Awalnya dari posyandu lansia, yang minta lansia sendiri. Diajukan ke desa kemudian disetujui. Kalau peserta paling muda empat lima sedangkan paling tua 80 tahun, namanya nenek Silah, orangnya semangat lincah dan bugar, " tegas Fathur Roji, usai mengikuti senam lansia.
Ditambahkan Fathur Roji, sejak ikut senam lansia Mbah Silah semakin sehat dan jarang sakit.
"Mbah Silah paling aktif ikut senam lansia, kalau gak hadir ditanyakan kenapa kok gak hadir, " pungkasnya.
Senam lansia tidak hanya diikuti nenek-nenek, namun juga diikuti kakek-kakek. Agar tak salah gerakan, yang membuat kondisi lansia sakit. Program senam lansia tidak asal gerak, tetap mengikuti panduan dan arahan dari instruktur senam.
Sekali pertemuan, instruktur dibayar 150 ribu rupiah, uang dari desa yang sudah dianggarkan dari program senam lansia. (Mif)
What's Your Reaction?


