Pj Bupati Tulungagung Apresiasi Peran KPA dalam Penanganan HIV/AIDS

30 May 2024 - 17:33
Pj Bupati Tulungagung Apresiasi Peran KPA dalam Penanganan HIV/AIDS
Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Heru Suseno ketika mengunjungi kantor sekretariat KPA Tulungagung (deny/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Heru Suseno, memberikan penghargaan tinggi kepada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Tulungagung atas keberhasilannya dalam menangani kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut.

Menurut Heru, KPA berhasil memberdayakan para penderita HIV/AIDS dan mengubah stigma negatif yang selama ini melekat.

"Motto Tulungagung tanpa stigma kini benar-benar terwujud. Penderita HIV/AIDS tidak seharusnya dijauhi, tetapi harus dirangkul," kata Heru Suseno, Kamis (30/5/2024).

Heru Suseno menyebut bahwa meski jumlah penderita HIV/AIDS di Tulungagung mencapai sekitar seribu orang, semuanya telah mendapatkan pengobatan rutin.

"Semua pasien minum obat setiap hari dan tidak menularkan penyakitnya. Ini berkat upaya semua pihak, terutama peran KPA," jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berencana meningkatkan dana hibah untuk KPA Tulungagung.

"Saat ini dana hibah sebesar Rp 250 juta, dan itu belum termasuk PAK APBD 2024. Akan ada tambahan, terutama setelah pengajuan dari Sekretaris KPA Tulungagung," tambahnya.

Heru berharap agar KPA Tulungagung dan para relawan terus bekerja untuk menemukan penderita HIV/AIDS dan memberikan pengobatan, namun ia juga berharap agar jumlah kasus tidak bertambah. "Jangan sampai ada kasus baru," tegasnya.

Sekretaris KPA Tulungagung, Ifadah Nur Rohmania, menyatakan bahwa peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, yang menunjukkan keberhasilan dalam deteksi dini.

"Pada bulan Mei ini, terdapat 424 kasus pada usia produktif, meningkat dari 398 kasus tahun lalu. Penambahan ini mencerminkan keberhasilan KPA dalam menemukan dan menangani kasus," jelas Ifadah.

Ia juga berharap kasus HIV/AIDS di Tulungagung dapat menurun seiring dengan target eliminasi pada tahun 2030. Salah satu program terbaru adalah pencegahan dengan profilaksis pra-paparan (PrEP) untuk warga yang berisiko tinggi.

"Obat pencegahan ini sudah tersedia di empat puskesmas di Tulungagung, dengan 21 orang telah terdaftar setelah menjalani konseling. Ini menjadikan Tulungagung salah satu yang tercepat dalam implementasi di Jawa Timur," pungkas Ifadah.(dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow