PHT Kembali Dibuka, Hanya Pedagang Lokal yang Berjualan

PHT Kembali Dibuka, Hanya Pedagang Lokal yang Berjualan
Jual beli sapi seusai ditutupnya PHT karena PMK (ist) j

Tulungagung, (afederasi.com) - Pasar hewan terpadu (PHT) kembali dibuka pada Minggu, (18/9/2022) seusai ditutup karena adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, untuk sementara hanya pedagang lokal yang boleh berjualan. 

Koordinator PHT Kabupaten Tulungagung, Harminto mengatakan saat ini yang diperbolehkan berjualan masih pedagang lokal saja. Untuk pedagang dari luar kota belum diperbolehkan untuk berjualan. 

Hal ini disebabkan karena, capaian vaksinasi PMK di sekitar daerah Tulungagung masih rendah. Sehingga apabila pedagang luar kota tetap memaksakan diri berjualan di Tulungagung, pihaknya takut terjadi penularan virus ke sapi lokal. 

"Capaian vaksinasi PMK di Tulungagung sudah 80 persen, sedangkan di luar daerah belum tercapai di angka itu. Kami takut sapi kami tertular," jelas Harminto. 

Meski pedagang lokal diperbolehkan berjualan di PHT, pihaknya tetap menerapkan screening terhadap hewan yang masuk PHT. Screening ini dilakukan untuk melihat kondisi hewan ternak yang masuk PHT. 

"Alhamdulillah hari ini tidak ada pedagang luar yang masuk. Sebab, kami hanya memberi informasi dibukanya PHT melalui grup whatsapp pedagang lokal saja," terangnya. 

Menurut Harminto, antusiasme para pedagang lokal kali ini bagus. Sebab, berdasarkan datanya terdapat 400 an pedagang yang sudah berjualan hari ini. 

Disinggung mengenai harga sapi, saat ini paska dibukanya PHT seusai adanya PMK, harga sapi masih tergolong belum normal. 

"Masih cukup mahal kalau untuk harganya," pungkasnya. 

Hal senada dikatakan oleh salah satu penjual sapi, Mohammad Daroini mengatakan pihaknya senang karena PHT telah dibuka kembali. Meski harga masih belum normal, antusias para pedagang lumayan banyak. 

"Sekitar 50 persenan tadi sudah terlihat berjualan," tandasnya. (er/dn)