Pesanan Kue Kering Meningkat Tajam di Banyuwangi Saat Ramadan

14 Mar 2024 - 22:09
Pesanan Kue Kering Meningkat Tajam di Banyuwangi Saat Ramadan
Cekatan pengolahan bahan untuk kue kering yang mulai kebanjiran order. (Sahroni/afederasi.com)

Banyuwangi, (afederasi.com) - Memasuki bulan suci Ramadan, sejumlah pelaku usaha kue kering di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami peningkatan pesanan yang signifikan. Fenomena ini memberikan dorongan positif bagi perekonomian lokal di sektor pembuatan kue kering.

Salah satu pengusaha kue kering, Fita, yang berasal dari Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, mengungkapkan bahwa pesanan kue kering pada awal Ramadan tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Iya, tahun ini pesanannya luar biasa. Meskipun masih jauh hari dari lebaran, tetapi pesanan kue kering untuk hari raya sudah mulai masuk," ujar Fita, wanita yang telah menggeluti usaha kue kering sejak tahun 2019, pada Kamis (14/3/2024).

Fita menambahkan bahwa setiap bulan Ramadan, mereka fokus hanya pada mengerjakan pesanan kue kering untuk memenuhi permintaan konsumen. Pasalnya, menjelang lebaran, permintaan kue kering dari masyarakat selalu tinggi.

"Kami sudah mulai menerima pesanan kue kering sejak seminggu sebelum puasa. Alhamdulillah, setiap hari kami banyak menerima pesanan," tambahnya.

Berbagai jenis kue kering seperti nastar, kastengel, putri salju, serta klasik seperti sale pisang, opak gulung, kuping gajah, dan kacang sembunyi, juga kue kering kekinian seperti klepon kering dan rainbow cookies, sangat diminati oleh masyarakat.

"Hampir semua jenis kue kering yang kami produksi banyak diminati. Yang paling laris adalah kue nastar," jelasnya.

Peningkatan pesanan kue kering ini memberikan dampak positif pada ekonomi Banyuwangi. Para pengusaha kue kering mulai membuka lapangan pekerjaan baru untuk memenuhi kebutuhan produksi.

"Untuk memenuhi pesanan, saya menambahkan beberapa tenaga dari sekitar kami untuk membantu proses produksi kue kering," terangnya.

Sementara itu, seorang pembeli kue kering, Nita Irawati, warga Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, menyatakan bahwa ia sengaja memilih kue kering lokal untuk mendukung Usaha Kecil Menengah (UKM) di Banyuwangi.

"Saya ingin mendukung para pengusaha lokal agar mereka terus berkembang. Selain itu, kualitas kue kering lokal juga tidak kalah dengan yang dijual di toko besar," tutupnya. (ron)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow