Perjuangan Melawan Krisis Kesehatan Jiwa di Indonesia: Deklarasi Kaukus Masyarakat Peduli

Kesehatan jiwa dan masalah mental masih menjadi sorotan serius di Indonesia. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dengan lebih dari 12 juta orang di kelompok usia yang sama mengalami depresi.

16 Nov 2023 - 10:23
Perjuangan Melawan Krisis Kesehatan Jiwa di Indonesia: Deklarasi Kaukus Masyarakat Peduli
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

Jakarta, (afederasi.com) - Kesehatan jiwa dan masalah mental masih menjadi sorotan serius di Indonesia. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 19 juta penduduk Indonesia berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dengan lebih dari 12 juta orang di kelompok usia yang sama mengalami depresi. Sebuah permasalahan yang mendalam dan memerlukan perhatian khusus terutama di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Dalam konteks ini, Sistem Registrasi Sampel Badan Litbangkes pada tahun 2016 mencatat adanya 1.800 kasus bunuh diri setiap tahun di Indonesia. Lebih mengkhawatirkan lagi, data tersebut berarti lima orang melakukan bunuh diri setiap hari. Terutama mencengangkan, 47,7% dari korban bunuh diri berada pada rentang usia 10-39 tahun, menyoroti urgensi penanganan kesehatan jiwa di kalangan generasi muda dan usia produktif.

Melihat urgensi isu kesehatan jiwa di Indonesia, Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa diresmikan di Perpustakaan Nasional, Jakarta, pada Selasa, 14 November 2023. Inisiator kaukus, seperti Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek dan Prof. Dr. FX Mudji Sutrisno, SJ., bersama tokoh-tokoh lainnya, menggarisbawahi perlunya penanganan serius terhadap masalah ini.

Sebelum deklarasi resmi, inisiator melakukan studi dan survei menyeluruh. Hasil survei mencengangkan, dengan 82% responden menyatakan bahwa isu kesehatan jiwa sangat penting, sementara 12% menganggapnya penting. Studi ini juga mengidentifikasi lima urgensi dan tiga esensi kesehatan jiwa di Indonesia, memberikan gambaran mendalam tentang kompleksitas permasalahan ini.

Dr. Ray Basrowi, salah satu inisiator, menyoroti urgensi pertama terkait dampak kesehatan jiwa terhadap produktivitas dan kualitas hidup. Urgensi kedua menunjukkan seriusnya masalah ini pada anak, remaja, dan usia produktif, sementara urgensi ketiga mengaitkan minimnya edukasi dan informasi mengenai kesehatan jiwa.

Dua urgensi lainnya mencerminkan kenyataan bahwa isu kesehatan jiwa, meskipun menjadi prioritas global, belum sepenuhnya diakui sebagai prioritas di Indonesia. Urgensi kelima menekankan hubungan masalah kesehatan jiwa dengan persoalan ekonomi, sosial, dan budaya di Tanah Air.

Dari segi esensi, stigma luas terhadap gangguan kesehatan jiwa, lingkungan tidak ramah kesehatan jiwa di keluarga, sekolah, dan tempat kerja, serta fenomena self-diagnostic, terutama di kalangan remaja, anak sekolah, dan pekerja, menjadi fokus utama untuk penanganan kesehatan jiwa yang holistik.

Dalam deklarasi resmi Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa, komitmen untuk mengatasi krisis kesehatan jiwa di Indonesia ditegaskan. Kaukus menyatakan diri sebagai gerakan bersama berbasis komunitas, menyoroti urgensi isu ini melalui advokasi, edukasi, riset, aksi pencegahan, dan mitigasi.

Fokus utama Kaukus adalah menjadikan kesehatan jiwa sebagai isu sentral dan prioritas dalam berbagai lapisan masyarakat. Ini melibatkan masalah kesehatan jiwa di kalangan ibu dan balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif, dan kelompok rentan, dengan keyakinan bahwa kesehatan jiwa memiliki dampak signifikan pada aspek psikologis, ekonomi, dan sosial budaya.

Kaukus juga mengajak pemerintah dan pihak terkait untuk merancang program penanganan kesehatan jiwa sejak dini, mulai dari masa 1000 HPK hingga pendidikan dasar dan menengah. Mereka mendukung kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jiwa dan upaya penanganan yang tepat.(mg-2/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow