Peringatan Hari Disabilitas, Pertuni Lamongan Tuntut Kesetaraan Akses Pekerjaan
Lamongan, (afederasi.com) – Dewan Pengurus Cabang Persatuan Tunanetra Indonesia (DPC Pertuni) Kabupaten Lamongan menggelar peringatan puncak Hari Disabilitas dengan menekankan pentingnya inklusivitas nyata di berbagai sektor. Kegiatan yang berlangsung di L Cafe Banjarmendalan, pada Sabtu malam (20/12/2025) ini diikuti oleh sekitar 70 peserta. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyuarakan advokasi sosial bagi para penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Lamongan.
Ketua DPC Pertuni Lamongan, Hafid Rizky Barokah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan formal, melainkan langkah konkret untuk mengedukasi masyarakat dan pemerintah mengenai hak kesetaraan.
"Harapannya bukan hanya sekedar seremoni semata, tetapi lebih dari itu acara ini sebagai bentuk advokasi sosial dan edukasi bahwa kita harus mendapatkan kesetaraan dan kesempatan yang sama. Tunanetra itu butuh diberikan kesempatan, bukan hanya dikasihani," ujar Hafid.
Hafid, yang juga merupakan lulusan baru (fresh graduate) dari Universitas Negeri Malang, menyoroti ketimpangan yang masih terjadi di sektor lapangan kerja. Meski mengapresiasi kemajuan pendidikan inklusif di Lamongan, ia menilai implementasi kuota tenaga kerja disabilitas sebesar 1,5 hingga 2,5 persen sesuai regulasi pemerintah masih belum maksimal dan seringkali hanya bersifat pencitraan.
"Ke depannya, saya harap regulasi tenaga kerja disabilitas benar-benar diimplementasikan tanpa hanya pencitraan semata. Kita harus berani bersinergi dengan pemerintah dan mitra perusahaan untuk menunjukkan bahwa kita bisa setara dan berkarya layaknya teman-teman non-disabilitas," tambahnya.
Semangat inklusivitas ini mendapat respons positif dari sektor swasta, salah satunya Koperasi BMT Mandiri Sejahtera. Dalam acara tersebut, pihak koperasi hadir memberikan bantuan berupa santunan nominal uang dan sarung sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
Kepala Logistik dan Pengembangan Koperasi BMT Mandiri Sejahtera, Iskan, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap hak-hak penyandang disabilitas di wilayah operasional mereka yang meliputi Lamongan, Tuban, Bojonegoro, dan Gresik.
"Kami men-support teman-teman yang memiliki kekurangan fisik maupun mental. Harapannya, dengan adanya kegiatan ini, kita bisa terus berlanjut membantu meringankan beban mereka sehingga mereka bisa (berdaya) layaknya orang normal pada umumnya," kata Iskan.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen stakeholder di Lamongan untuk lebih serius dalam menyediakan infrastruktur dan kebijakan yang ramah bagi penyandang disabilitas, terutama dalam penyediaan lapangan kerja inklusif yang berkelanjutan. (yan)
What's Your Reaction?


