Pengamat 'Cibir' Kabar Kaesang Bakal Jadi Ketum PSI: Irasional, Politisi Karbitan

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, memandang bahwa Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden RI Jokowi, tidak layak memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

25 Sep 2023 - 10:16
Pengamat 'Cibir' Kabar Kaesang Bakal Jadi Ketum PSI: Irasional, Politisi Karbitan
Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep didampingi istri Erina Gudono foto bersama Ketum PSI Giring Ganesha dan Wakil Dewan Pembina Grace Natalie Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/9/2023). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha).

Jakarta, (afederasi.com) - Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, memandang bahwa Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden RI Jokowi, tidak layak memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut Ritonga, Kaesang masih dianggap minim prestasi, terutama dalam hal pengalaman politik dan prestasi bisnisnya. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap agenda Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI yang membahas kemungkinan Kaesang Pangarep menjadi ketua umum, digelar di Djakarta Theatre pada Senin (25/9/2023).

Ketika Wakil Ketua Pembina PSI, Grace Natalie, mengutarakan aspirasi dari DPW dan DPD PSI untuk menjadikan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum DPP PSI, M. Jamiluddin Ritonga menyatakan keheranannya. Menurutnya, aspirasi tersebut terkesan mengagetkan dan irasional mengingat Kaesang belum memiliki pengalaman politik yang memadai. Dia memandang Kaesang sebagai politisi yang belum layak memimpin partai seperti PSI. Selain itu, Ritonga mengkritik sistem kaderisasi PSI yang dinilainya kurang berjenjang dan mempertanyakan kelayakan Kaesang sebagai calon ketua umum.

Isu tentang kemungkinan Kaesang Pangarep menjadi ketua umum PSI menjadi sorotan dalam agenda Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) yang diadakan di Djakarta Theatre. Plt Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Isyana Bagoes Oka, mengungkapkan bahwa ada aspirasi kuat dari sejumlah DPW dan DPD PSI yang mendukung Kaesang untuk menduduki posisi tersebut. Namun, M. Jamiluddin Ritonga mempertanyakan kelayakan Kaesang untuk jabatan tersebut, menyebutnya sebagai politisi yang belum memiliki prestasi yang memadai. Kritik terhadap manajemen dan sistem kaderisasi partai juga muncul, mempertanyakan apakah partai ini dikelola secara modern dan profesional.

Sementara Isyana Bagoes Oka dari PSI mengakui adanya aspirasi dari berbagai daerah yang mendukung Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI, para pengamat, termasuk M. Jamiluddin Ritonga, meragukan kemampuan dan kelayakan Kaesang untuk memimpin partai tersebut. Mereka menyebut Kaesang sebagai politisi yang belum memiliki pengalaman dan prestasi yang cukup. Diskusi akan berlanjut dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI, yang diharapkan akan menghasilkan rekomendasi terkait kepemimpinan partai. Namun, skeptisisme terhadap prospek Kaesang sebagai pemimpin PSI masih mendominasi perdebatan.(mg-2/jae)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow