Pemkab Lamongan Tetapkan Status Darurat Bencana, 10 Ribu Jiwa Terdampak
Lamongan, (afederasi.com) – Memasuki minggu kedua Januari 2026, kondisi banjir akibat luapan aliran Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan kian memprihatinkan. Berdasarkan data terbaru dari BPBD Lamongan per 12 Januari, ribuan rumah yang tersebar di 27 desa yang ada di lima kecamatan dilaporkan terendam dengan total warga terdampak mencapai lebih dari sepuluh ribu jiwa.
Kondisi terparah tercatat di Kecamatan Deket, di mana sebanyak 695 rumah terendam yang dihuni oleh 3.022 jiwa. Situasi serupa juga menyelimuti Kecamatan Karangbinangun dengan 660 rumah terdampak yang merendam sedikitnya 2.580 warga. Sementara itu, di Kecamatan Turi, tercatat 640 rumah terendam yang berdampak pada 2.188 jiwa.
Wilayah lain yang turut terdampak cukup parah adalah Kecamatan Kalitengah, di mana sebanyak 604 rumah warga dimasuki air dengan total 2.229 jiwa terdampak. Adapun di Kecamatan Glagah, meski dampak pemukiman relatif lebih kecil dibandingkan wilayah lain, tercatat ada 137 rumah terendam yang dihuni oleh 653 jiwa.
Selain merendam pemukiman, banjir kali ini melumpuhkan total sektor ekonomi warga yang mayoritas merupakan petani tambak. Total luas lahan sawah dan tambak yang tenggelam mencapai 3.958 hektare. Karangbinangun menjadi wilayah dengan kerusakan lahan terluas yakni 1.283 hektare, disusul Kalitengah seluas 1.065 hektare, Deket 771 hektare, Turi 746 hektare, dan Glagah seluas 93 hektare.
Dunia pendidikan pun tak luput dari bencana. Sebanyak 63 lembaga pendidikan di lima kecamatan tersebut ikut terendam, mengakibatkan aktivitas belajar mengajar terhenti total.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengupayakan langkah-langkah darurat untuk mengurangi beban warga dan mempercepat surutnya air.
"Pemerintah Kabupaten Lamongan saat ini fokus pada dua hal utama untuk memastikan kebutuhan logistik serta kesehatan warga tercukupi, dan mengoptimalkan seluruh pompa pembuangan yang ada. Kami menyadari dampak banjir ini sangat luas, terutama pada sektor tambak dan pendidikan. Tim di lapangan terus bersiaga untuk melakukan evakuasi dan pendistribusian bantuan di titik-titik yang sulit dijangkau," ujar Moh. Nalikan.
Pemerintah mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah hulu maupun lokal masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan. (yan)
What's Your Reaction?



