Pelepasliaran Elang Jawa dan Elang Ular Bido oleh PLN Indonesia Power untuk Mendukung Keanekaragaman Hayati

PT PLN Indonesia Power, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, telah mengambil langkah konkret untuk menjaga ekosistem alam di dalam negeri.

03 Oct 2023 - 10:38
Pelepasliaran Elang Jawa dan Elang Ular Bido oleh PLN Indonesia Power untuk Mendukung Keanekaragaman Hayati
PLN Indonesia Power lakukan pelepasliaran satwa yang identik dengan Burung Garuda.

Bogor, (afederasi.com) - PT PLN Indonesia Power, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, telah mengambil langkah konkret untuk menjaga ekosistem alam di dalam negeri. Salah satu tindakan ini adalah pelepasliaran satwa langka seperti Burung Elang Jawa dan Elang Ular Bido di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Langkah ini mencerminkan komitmen korporasi dalam mendukung keanekaragaman hayati di Indonesia, yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK, Sigit Reliantoro, menyatakan bahwa satwa langka seperti Elang Jawa dan Elang Ular Bido membutuhkan perhatian dari semua pihak. Melindungi satwa langka ini akan berdampak pada kelestarian ekosistem dan menjaga rantai makanan alam.

"Taman Nasional Gunung Halimun Salak adalah kunci untuk melindungi habitat elang. Dengan melepaskan elang di habitat alaminya, kami berharap dapat menjaga kelestarian ekosistem dan rantai makanan di alam. Terutama, elang adalah satwa yang terancam punah, dan kami berharap pelepasan ini akan membantu mereka berkembang biak dan bertahan," ujar Sigit.

Di sisi lain, Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Indonesia Power, Wisnoe Satrijono, mengungkapkan bahwa ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh PLN IP PLTP Gunung Salak sebagai bentuk kepedulian terhadap satwa langka yang terancam punah.

Dalam kegiatan luar biasa ini, PLN Indonesia Power bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melepaskan 17 Elang Jawa dan 2 Elang Ular Bido yang telah direhabilitasi selama 17 dan 2 bulan.

Elang Jawa yang diberi nama Yumna adalah jenis elang dengan warna bulu coklat kemerahan yang habitat utamanya berada di hutan hujan primer. Sementara itu, Elang Ular Bido yang diberi nama Reni memiliki ciri warna gelap dan kulit tanpa bulu berwarna kuning di sekitar mata, paruh, dan kakinya. Elang jenis ular bido ini dapat ditemui di hutan, perkebunan, dan padang rumput dengan ketinggian 700 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. (mg-1/mhd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow